KRUCIL, Radar Bromo – Lima hari berlalu, korban teror bondet di Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Abdullah, 52, belum juga membuat laporan resmi ke kepolisian. Namun, kepolisian terus menyelidikinya. Bahkan, kini menambah dua orang saksi.
Kapolsek Krucil Iptu Ahmad Jamil mengatakan, dugaan pelemparan bondet yang menggemparkan warga Dusun Krajan, Desa Tambelang, menjadi atensi. Sebab, telah mengganggu keamanan dan ketertiban (kamtibmas). Karena itu, kasusnya ditindaklanjuti dengan serius. Dengan harapan pelaku dapat diungkap dan ditangkap.
“Meski belum ada laporan secara resmi, peristiwa ini tetap menjadi perhatian serius. Petugas bahkan sudah melakukan jemput bola mendatangi lokasi kejadian menghimpun keterangan dari saksi,” katanya.
Menurutnya, dugaan teror bondet ini masih minim saksi, sehingga pihaknya perlu menghimpun keterangan dari saksi. Termasuk memperluas pemeriksaan saksi yang dinilai mengetahuinya.
Sebelumnya ada dua saksi yang telah dimintai keterangan. Yakni, korban dan putrinya. Pemeriksaan saksi diperluas dengan memeriksa dua saksi yang merupakan tetangga korban.
Dari keempat saksi, sejauh ini penyidik belum mendapatkan petunjuk jelas. Keterangan yang diperoleh masih bersifat umum. Saat kejadian kondisi sekitar memang sepi dan warga sudah tidur. Mereka terbangun setelah mendengar ledakan bondet.
“Keterangan yang dihimpun masih perlu didalami. Penyelidikan terus dilakukan,” katanya.
Diketahui, Selasa (8/9) dini hari, rumah Abdullah, dilempari bondet oleh orang tak dikenal. Akibatnya, beberapa bagian rumah korban rusak. Ledakan memecahkan kaca jendela rumah bagian depan dan samping. Plafon kamar samping dan kamar lantai 2, jebol.
Genting atap rumah dan asbes samping rumah banyak yang hancur. Kerasnya ledakan juga membuat tembok kamar samping berlubang. Kepolisian masih terus menyelidikinya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga