KANIGARAN, Radar Bromo - Sensus ekonomi di Kota Probolinggo, harus rampung pekan depan, Selasa (15/9).
Sampai Sabtu (12/9), masih ada sekitar 300 keluarga atau responden yang belum disensus. Karena itu, petugas sensus diminta lebih aktif menemui ratusan mereka.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Joko Santoso mengatakan, proses sensus ekonomi di Kota Probolinggo, terus dilakukan.
Sejumlah 176 petugas sensus memiliki target untuk melakukan pendataan atau sensus terhadap 92.633 kepala keluarga (KK).
Hingga akhir Agustus 2026, sesuai rekap laporan tinggal finalisasi pendataan terhadap responden (usaha maupun keluarga) yang belum bisa ditemui petugas.
Karena itu, diberi waktu sampai 15 September 2026 untuk bisa ditemui dan sudah harus selesai semua. Karena masih ada sektiar 2.000 responden yang belum dilakukan pendataan sensus ekonomi.
“Selama perpanjangan waktu ini, dari 2.000 responden yang harus disensus ekonomi, masih menyisakan sekitar 300 responden. Kami optimistis, 300 responden ini bisa tuntas didata hingga batas akhir 15 September besok,” katanya.
Joko mengatakan, terkait beban kerja, dari 176 petugas sensus itu mengemban target harian yang bervariasi. Disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan karakteristik wilayah kerja masing-masing.
Secara akumulatif, target kisaran beban kerja setiap petugas berada di angka 400 sampai 700 KK dan usaha.
“Variasi target itu terjadi karena wilayah yang padat sektor usaha membutuhkan durasi wawancara yang jauh lebih lama dibandingkan wilayah pemukiman biasa,” terangnya.
Soal kendala atau hambatan petugas sensus ekonomi di lapangan, Joko mengungkapkan, kendala ytang dihadapi bervariasi dan umum terjadi.
Seperti kesulitan menemui responden yang suami isteri bekerja. Karena jam kerja tidak bisa, waktu malam juga sangat terbatas.
Bahkan, Sabtu Minggu ada beberapa acara weekend. Ada juga keluarga yang belum terdata sensus, juga termasuk yang menolak.
“Rata-rata (responden) sibuk, jadi petugas harus berulang kali mengunjungi untuk melakukan pendataan sensus ekonomi,” ungkapnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga