KANIGARAN, Radar Bromo – Pembelian BBM subsidi jenis Bio Solar di Kota Probolinggo kian sulit. Hampir seluruh SPBU hanya melayani pembelian pada pagi hari, karena kuota harian cepat habis.
Akibatnya, memasuki siang hari masyarakat sudah tidak bisa mendapatkan Bio Solar di sejumlah SPBU.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menunjukkan kondisi itu terjadi di sejumlah SPBU.
Mulai SPBU Mastrip, Sukoharjo, Kasbah, Triwung, Muneng, dan Leces. Antrean pembelian Bio Solar mulai terlihat sekitar pukul 06.30, saat SPBU mulai melayani pembelian.
Namun, beberapa jam kemudian, penjualan sudah dihentikan karena kuota habis. Di SPBU Mastrip dan SPBU Randu Pangger Sukoharjo misalnya, sekitar pukul 09.00 pelayanan Bio Solar sudah dihentikan.
Setali tiga uang. SPBU lainnya juga tidak melayani pembelian Bio Solar hingga 24 jam berikutnya setelah penjualan dihentikan.
Kondisi itu dikeluhkan sejumlah pelaku usaha. Rizki Fitrianto, 29, seorang driver travel mengaku harus antre sejak pagi agar mendapatkan Bio Solar. Jika telat sedikit saja, Bio Solar sudah habis.
”Kalau beli BBM bio Solar siang hari, SPBU tidak melayani. Jadi saya akali. Setiap kali perjalanan pulang dari luar kota, pasti saya isi BBM dulu di luar Kota Probolinggo. Biasanya di rest area jalan tol Pasuruan,” terang warga asal Kademangan, Kota Probolinggo itu.
Salah seorang petugas SPBU di Kota Probolinggo mengakui, penjualan Bio Solar memang dibatasi berdasarkan kuota harian.
Pembatasan dilakukan agar stok tidak kosong sebelum pasokan atau pengiriman dari Pertamina datang.
Di SPBU Sukoharjo, kuota penjualan Bio Solar setiap hari dibatasi 8.000 liter. ”Buka pagi untuk Bio Solar. Biasanya pukul 10.00 atau 11.00 sudah habis,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan seorang petugas SPBU Mastrip. Bedanya, kuota Bio Solar di SPBU tersebut hanya 4.000 liter per hari. ”Penjualan di sini menyesuaikan kuota dari Pertamina,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan, kuota Bio Solar jumlahnya sama. Tahun ini mencapai 22.326 KL, tidak ada pengurangan.
Terbatasnya stok menjelang akhir tahun menurutnya, terjadi karena BBM Bio Solar sudah banyak terserap atau tersalurkan kepada masyarakat. Stok yang tersisa itulah yang disalurkan saat ini.
”Bukan pengurangan (kuota). Penyaluran sesuai kuota, yang memang menjelang akhir tahun sudah semakin banyak yang diserap masyarakat,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi