TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Jalur alternatif penghubung Desa Paras–Klenang Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, untuk sementara ditutup.
Jalur yang biasa digunakan warga itu kini dipasangi batako, khususnya pada bagian jalan yang terjal.
Sekretaris Desa Paras Sudiono mengatakan, pemasangan batako dimulai Selasa (8/9). Pantauan Jawa Pos Radar Bromo pada Jumat (11/9), pemasangan telah rampung dan tinggal diplaster menggunakan semen agar lebih nyaman dilalui kendaraan.
“Kemungkinan Minggu (13/9) besok sudah selesai dan dapat dilalui kendaraan lagi,” katanya.
Selama pengerjaan, kendaraan roda dua dilarang melintas. Sejumlah warga turut menjaga jalur agar tidak diterobos. Pintu masuk juga ditutup sementara menggunakan palang bambu.
“Selama proses pengerjaan, warga dapat menggunakan jalur alternatif lainnya. Yakni memutar melalui Desa Tegalsiwalan atau melalui Desa Blado Kulon atau Desa Bulujaran, yang nantinya tembus ke Desa Banjarsawah,” sebutnya.
Pengerjaan itu sendiri dilakukan setiap hari pukul 07.00 hingga 12.00, dilanjutkan setelah istirahat satu jam hingga pukul 16.00.
Batako hanya dipasang pada bagian jalan yang menurun sepanjang sekitar 122 meter dengan lebar satu meter. Bagian lainnya masih berupa tanah asli.
“Ini hanya pada bagian turunannya saja yang dibatako. Itu sekitar 122 meter dengan lebar semeter,” kata Sudiono.
Jalur alternatif itu dibuka setelah Jembatan Curah Bubur di ruas Paras–Klenang Kidul diperbaiki dan ditutup. Jembatan tersebut diperlebar dari tiga meter menjadi 5,5 meter.
Selama perbaikan, akses menuju jembatan ditutup total. Warga kemudian melintas jalur alternatif di Desa Paras. Untuk mengantisipasi kondisi jalan agar tidak becek dan licin, jalan itu dibatako atas usulan warga. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi