Teror Bondet di Krucil-Probolinggo Minim Saksi, Korban Belum Laporan

Achmad Arianto • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:55 WIB
Ilustrasi bondet
Ilustrasi bondet

KRUCIL, Radar Bromo – Teror bondet yang menimpa warga Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Abdullah, 52, terus diselidiki. Namun, penyidik Polsek Krucil, Polres Probolinggo masih kesulitan mencari bahan keterangan. Saksinya minim.

Kapolsek Krucil Iptu Ahmad Jamil mengatakan, pihaknya telah bergerak cepat mendatangi lokasi. Melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Namun, informasi yang disampaikan belum detail, sehingga perlu pendalaman.

“Sejauh ini belum ada yang mengetahui pasti kejadian pelemparan bondet. Warga hanya mendengar ledakan saja. Belum mengarah pada hal yang spesifik,” ujarnya, Kamis (10/9).

Sejauh ini penyidik baru meminta keterangan awal dari korban dan putrinya. Dua orang ini merupakan sasaran aksi pelemparan bondet. Dari keterangan yang diperoleh, baru keterangan yang bersifat umum. Belum mengerucut pada terduga pelaku yang melakukan teror.

“Ledakan terdengar satu kali. Diduga bondetnya besar, sehingga merusak beberapa bagian bangunan rumah,” katanya.

Jamil megatakan, sejauh ini korban belum melaporkan secara resmi. Namun, insiden ini tetap menjadi atensi, karena meresahkan masyarakat. Serta, mengganggu kondisi kamtibmas lingkungan sekitar.

“Informasi awal sudah diperoleh petugas, tapi masih perlu didalami. Belum ada laporan resmi dari korban. Kami mendatangi TKP melakukan upaya jemput bola,” bebernya.

Sebelumnya, Selasa (8/9) dini hari, ketenangan warga Dusun Krajan, Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, berubah. Ada orang tak dikenal melemparkan bondet ke rumah Abdullah. Akibatnya, beberapa bagian bangunan rumah korban rusak.

Ledakan memecahkan kaca jendela rumah bagian depan dan samping. Lalu, plafon rumah di kamar samping dan kamar lantai 2 jebol. Genting atap rumah dan asbes samping banyak yang hancur. Kerasnya ledakan juga membuat tembok kamar samping berlubang. (ar/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
tambelang bondet probolinggo krucil