Usai Kebakaran, TNBTS Pantau Vegetasi Savana Bromo

Inneke Agustin • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:43 WIB
MONITORING: Tim BB TNBTS memantau vegetasi di Kawasan Savana Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rabu (9/9). (BB TNBTS FOR JAWA POS RADAR BROMO)
MONITORING: Tim BB TNBTS memantau vegetasi di Kawasan Savana Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rabu (9/9). (BB TNBTS FOR JAWA POS RADAR BROMO)

SUKAPURA, Radar Bromo- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) terus memantau kondisi vegetasi savana Gunung Bromo, pascakebakaran. Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan tumbuhan yang kembali tumbuh sekaligus memastikan proses pemulihan ekosistem berjalan baik.

Rabu (9/9), monitoring vegetasi dilakukan di sejumlah blok terdampak kebakaran. Yakni, Blok Watugede, Watukuto, dan Bungkak Dingklik. Pengamatan dilakukan menggunakan metode petak ukur bertingkat atau nested plot.

Humas BB TNBTS Endrip Wahyutama Pranata mengatakan, sejumlah aspek menjadi perhatian dalam monitoring. Di antaranya, komposisi dan struktur vegetasi, jumlah dan tinggi individu tumbuhan, kerapatan dan frekuensi, hingga perkembangan spesies invasif.

Selain kondisi vegetasi, petugas juga mencatat kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Pengamatan meliputi suhu dan kelembapan, kondisi dan pH tanah, serta intensitas cahaya. “Monitoring dilakukan untuk melihat tumbuhan yang kembali tumbuh, perkembangan jenis invasif, serta perubahan kondisi vegetasi dan lingkungan,” kata Endrip.

Hasil monitoring nantinya menjadi data dasar dalam menentukan langkah pemulihan ekosistem. Selanjutnya, datanya dapat digunakan sebagai dasar pemantauan jangka panjang, pengendalian spesies invasif, pemulihan ekosistem, serta pengelolaan kawasan secara adaptif.

“Hasil pengamatan ini nantinya menjadi data dasar untuk menentukan langkah pemulihan ekosistem dan pengendalian tumbuhan invasif secara tepat,” ujarnya.

Endrip menjelaskan, savana di kawasan Kaldera Tengger, merupakan salah satu ekosistem penting yang perlu mendapat pemantauan secara berkala. Pascakebakaran, vegetasi secara perlahan akan tumbuh kembali. Namun, kondisi lahan yang terbuka juga dapat memberikan peluang bagi tanaman agresif dan invasif untuk berkembang.

“Untuk itu diperlukan kajian suksesi vegetasi savana pascakebakaran dan uji coba pengendalian jenis invasif sebagai strategi pemulihan ekosistem di Kaldera Tengger kawasan TNBTS,” terangnya.

Sejumlah tumbuhan invasif menjadi perhatian dalam proses pemantauan. Di antaranya, alang-alang, pakis braken, adas, dan verbena brasiliensis. Sementara itu, sejumlah tumbuhan asli yang menjadi bagian dari ekosistem savana TNBTS, antara lain sereh gunung, edelweis, dan anggrek tosari.

“Pemantauan juga dilakukan untuk melihat bagaimana tumbuhan asli kembali tumbuh. Mana yang tumbuh lebih cepat dan bagaimana komposisinya berubah, semua dicatat melalui pengamatan berkala,” ujar Endrip. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
bb tnbts kebakaran bromo vegetasi Monitoring