KANIGARAN, Radar Bromo– Perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Probolinggo masih tertahan. Tiga dari 37 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berdiri belum bisa beroperasi karena masih menunggu pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Padahal, ketiga SPPG tersebut, disebut sudah siap beroperasi. Kepala SPPG yang ditetapkan atau ditunjuk BGN juga telah tersedia.
Namun operasional belum dapat dimulai sebelum dana dari BGN dicairkan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, saat ini ada 34 SPPG yang telah beroperasi di kota mangga.
Dari 34 SPPG yang telah beroperasi itu, program MBG sudah terealisasi pada 67.257 penerima manfaat.
Sementara itu, tiga SPPG belum beroperasi. Namun ketiga SPPG tersebut telah berdiri dan kini dalam tahap persiapan untuk mulai menjalankan pelayanan.
Baca Juga: Diduga Sistem Eror, Satu SPPG di Kota Probolinggo Sempat Di-Suspend Sehari, Sanksi Sudah Dicabut
“Apabila tiga SPPG tersebut sudah beroperasi, maka cakupan penerima manfaat MBG di Kota Probolinggo otomatis akan bertambah,” terang Tyok -panggilan akrabnya-.
Selain memperluas cakupan penerima manfaat, keberadaan SPPG juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah daerah. Terutama dalam penanganan stunting.
Baca Juga: Dorong 37 SPPG di Kota Probolinggo Segera Lengkapi Legalitas, Juga Minta Menu Makanan Bervariasi
"Kami berharap seluruh balita stunting di Kota Probolinggo dapat ter-cover secara rutin oleh SPPG. Sehingga berkolaborasi langsung dengan program daerah dalam menurunkan angka stunting," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kota Probolinggo Irfan S. Putra membenarkan masih ada tiga SPPG yang belum beroperasi.
Ketiga SPPG tersebut sebenarnya sudah berdiri dan siap menjalankan pelayanan. Bahkan, kepala SPPG yang ditetapkan atau ditunjuk BGN sudah ada.
"Untuk tiga SPPG itu sudah siap beroperasi. Tinggal menunggu dana operasional dari BGN yang belum turun," katanya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi