KEDOPOK, Radar Bromo- Kebakaran yang melanda dapur penggorengan kerupuk di Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, tak hanya membuat proses produksi terhenti. Korban, Halima, 40, juga diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. Api yang melalap dapur semipermanen ini diduga berasal dari tungku penggorengan.
Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Surachman Arief mengatakan, api melalap dapur semipermanen yang sehari-hari digunakan sebagai lokasi penggorengan kerupuk, Selasa (8/9). Kala itu, korban baru saja usai menggoreng kerupuk.
“Tungkunya sudah ditutup, kemudian ditinggal. Kemungkinan api masih belum sepenuhnya padam dan akhirnya menyala lagi. Membesar lalu menyebabkan kebakaran ini,” terang Arief.
Syukur dapur tersebut berlokasi terpisah dari rumah korban. Masih ada jarak sekitar tujuh meter, sehingga api tidak mudah menjalar ke rumah utama.
“Ukuran dapur juga hanya sekitar enam meter persegi. Tanpa dinding. Atapnya dari rangka kayu dan asbes gelombang. Semuanya ambruk karena terbakar,” terangnya.
Arief mengatakan, warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Karena belum maksimal, akhirnya menghubungi damkar.
“Kami melakukan pemadaman hingga pendinginan. Alhamdulillah tidak ada kendala. Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materil diperkirakan Rp 5 juta. Proses pemadaman berjalan hingga pukul 13.10,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni