KRUCIL, Radar Bromo–Ketenangan warga Dusun Krajan, Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Selasa (8/9) dini hari, rumah Abdullah, 52, seorang warga setempat dibondet. Diduga lemparan bondet lebih dari satu kali.
Akibatnya, sejumlah bagian rumah korban rusak. Korban telah melaporkan teror bondet itu ke Polsek Krucil dan saat ini, petugas sedang melakukan penyelidikan.
Peristiwa itu sendiri terjadi pukul 02.15, saat seisi rumah tidur. Sebelumnya, korban tidak menaruh curiga rumahnya akan dilempar bondet. Karena itu, mereka beraktivitas seperti biasa.
Senin (7/9) sekitar pukul 21.30, korban dan keluarganya sudah di dalam rumah dan tidur. Tiba-tiba sekitar pukul 02.15, terdengar suara ledakan cukup keras.
Korban yang kaget langsung terbangun dan mencari sumber suara. Setelah mengecek seluruh ruangan, korban mendapati ledakan berasal dari kamar putrinya.
“Ketika pengecekan, korban mengetahui ada banyak asap di kamar anaknya (putrinya, Red),” kata Kapolsek Krucil Iptu Ahmad Jamil, Rabu (9/9).
Korban kemudian mencari sumber asap dan ledakan di kamar itu. Namun tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan, seperti benda terbakar atau korsleting listrik.
Baca Juga: Diduga Dilempar Bondet, Rumah Warga Curahtulis di Tongas Probolinggo Rusak
Korban dan putrinya lantas keluar rumah untuk mengecek bagian rumah yang lain. Saat itu, kondisi di luar rumah sudah ramai.
Sejumlah tetangga korban berdatangan karena mendengar suara ledakan. Saat itulah diketahui, beberapa bagian bangunan rumah rusak.
Ledakan memecahkan kaca jendela bagian depan dan samping. Lalu, plafon kamar samping dan kamar di lantai dua jebol. Genting atap dan asbes rumah bagian samping banyak yang hancur. Bahkan, tembok kamar samping berlubang.
“Akibat ledakan itu, beberapa bagian rumah mengalami kerusakan. Kerusakan yang ditimbulkan membuat korban mengalami kerugian materiil,” ucapnya.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Krucil. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP awal dan meminta keterangan dari korban, keluarga, serta sejumlah tetangga yang mendengar ledakan.
“Dari kerusakan yang ditimbulkan serta keterangan saksi yang mengetahui ledakan tersebut, diduga ledakan berasal dari petasan bantingan atau bondet. Atas laporan korban, petugas saat ini sedang melakukan penyelidikan,” tandasnya.
Selain itu, Kapolsek menduga rumah korban dilempar bondet lebih dari satu kali. Ini dilihat dari kerusakan yang terjadi di beberapa titik.
Korban sendiri menurutnya, mengaku hanya mendengar suara ledakan satu kali. Sementara tetangga korban, ada yang mengaku ledakan terdengar dua kali.
“Kalau melihat dari kerusakan rumah yang terjadi di beberapa bagian, diduga lemparan bondet lebih dari satu kali,” terangnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi