WONOASIH, Radar Bromo- Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Probolinggo butuh anggaran besar. Selain harus menyiapkan lahan siap bangun, kini Pemkot juga harus memastikan akses menuju lembaga pendidikan ini layak dilintasi.
Karena itu, Pemkot mengalokasikan anggaran Rp 350 juta untuk perlebaran jalan akses menuju lokasi SR. Pembangunan gedung SR melalui APBN ini rencananya akan dimulai tahun depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Gofur Effendi mengatakan, anggaran sekitar Rp 350 juta itu akan digunakan untuk pelebaran jalan sepanjang 400 meter menuju SR. Jalan itu nantinya akan dilebarkan sekitar 1 sampai 1,2 meter. Lokasinya di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.
“Pelebaran menggunakan telford lapen. Karena pekerjaan telford lapen cepat, diperkirakan tidak sampai 2 bulan selesai sudah,” ujarnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, pembangunan gedung SR langsung dari Pemerintah Pusat atau melalui APBN. Namun Pemkot harus menyiapkan lahan, akses jalan yang layak, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
“Tahun ini sudah dialokasikan anggaran untuk pematangan atau pengurukan lahan. Karena Pemerintah Pusat meminta lahan siap dibangun. Jadi, harus diuruk dan dimatangkan dulu lahannya,” jelasnya.
Selain itu, kata Muchlas, rencana pembangunan gedung SR harus didukung dengan akses jalan yang layak, karena berkaitan dengan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal lalin). Karena itu, melalui Perubahan APBD 2026 dialokasikan anggaran sekitar Rp 350 juta untuk pelebaran jalan menuju lokasi SR.
“Ada jalan yang menjadi akses menuju lokasi Sekolah Rakyat yang masih sempit sehingga dialokasikan melalui Perubahan APBD untuk pelebaran jalan,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga