Krisis Air Bersih di Kabupaten Probolinggo Berpotensi Meluas, BPBD Pantau 16 Kecamatan

Achmad Arianto • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:19 WIB
PENUHI KEBUTUHAN: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo mendistribusikan air bersih kepada warga Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas.
PENUHI KEBUTUHAN: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo mendistribusikan air bersih kepada warga Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas.

DRINGU, Radar Bromo–Krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo berpotensi terus meluas. Hingga pekan pertama September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo telah mendistribusikan air bersih ke 36 dusun di 21 desa yang tersebar di sembilan kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, potensi krisis air bersih terbuka lebar saat musim kemarau.

Kondisi itu berdampak pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat, sehingga harus dipenuhi melalui pengiriman air bersih.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Semua aktivitas sehari-hari tidak bisa lepas dari penggunaan air bersih. Jika tidak terpenuhi, maka akan berdampak di lingkungan masyarakat,” katanya.

Pengiriman air bersih dilakukan sejak Juni atau awal musim kemarau hingga pekan pertama September.

Sembilan kecamatan yang sudah mendapat distribusi air bersih meliputi Tiris, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Wonomerto, Leces, Kuripan, Tongas, Sukapura, dan Kraksaan.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Kabupaten Probolinggo Meluas

Menurut Oemar, ada dua alasan pengiriman air bersih dilakukan. Pertama, kemarau yang menyebabkan sumber air bersih menyusut, sehingga kebutuhan warga tidak terpenuhi.

Kedua, gangguan pipanisasi air bersih yang membuat sejumlah lingkungan mengalami kendala pemenuhan air.

“Pengiriman air bersih dilakukan setelah wilayah terdampak kemarau atau terkendala pipanisasi mengirimkan permohonan. Tentunya petugas segera menindaklanjutinya,” ucapnya.

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Probolinggo rutin memantau 16 wilayah yang diwaspadai berpotensi mengalami krisis air bersih.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Dringu, Gading, Kotaanyar, Kuripan, Leces, Lumbang, Paiton, Pakuniran, Sukapura, Tegalsiwalan, Tiris, Tongas, dan Wonomerto.

“Petugas rutin melakukan pemantauan. Jika ada permohonan pengiriman air bersih, petugas terlebih dahulu mengecek lokasi. Jika dipastikan memang membutuhkan, maka air bersih segera dikirimkan oleh petugas,” tuturnya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
krisis air bersih kabupaten probolinggo bpbd