Bakar Sampah Berujung Petaka, Dua Kandang Ternak di Sepuh Gembol Wonomerto dan Mayangan Terbakar

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 22:36 WIB
SEMPROT: Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo saat melakukan pemadaman kandang yang terbakar di Probolinggo.
SEMPROT: Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo saat melakukan pemadaman kandang yang terbakar di Probolinggo.

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo–Bakar sampah berujung petaka. Aksi bakar sampah tanpa pengawasan itu memicu dua kebakaran di Kabupaten dan Kota Probolinggo, Sabtu (5/9).

Dua kandang ternak terbakar dalam kejadian berbeda. Kerugian salah satu korban ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Kebakaran pertama terjadi siang hari di kandang ayam milik Sahem, 40, warga Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Tim Damkar Unit Tongas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 14.14 melalui Call Center 112.

Tim berangkat dengan satu unit fire truck berkapasitas 6.000 liter air. Saat tiba di lokasi, api sudah membakar kandang di sisi utara. Petugas segera memadamkan api untuk mencegah api merembet ke kandang di sisi selatan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar api tak sampai kena ke kandang yang sisi selatan,” terang Inspektur Inspeksi Damkar Satpol PP Probolinggo Danang Purwanto.

Dari keterangan di lapangan, api diduga berasal dari sampah yang dibakar lalu ditinggalkan sebelum api padam. Api kemudian menyambar kandang di dekatnya.

 “Bakaran sampah tidak dipantau dan dipastikan api benar-benar mati. Sehingga menyambar ke arah kandang di sekitar lokasi,” ujarnya.

Warga sempat membantu pemadaman dengan mengalirkan air dari sumur bor. Namun kobaran api terus membesar hingga membakar bangunan dan menyebabkan bagian atap runtuh.

Beruntung, kandang dalam kondisi kosong karena ayam baru saja dipanen. Tidak ada korban jiwa maupun hewan yang terbakar. Namun kerugian akibat kerusakan bangunan ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Proses pemadaman sendiri agak menyulitkan. Akses menuju lokasi yang sempit membuat mobil damkar tidak bisa mendekat. Petugas lantas menggelar empat rol slang untuk menjangkau titik api. Setelah berjibaku lebih dari dua jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.41.

Di hari yang sama, kebakaran terjadi malam harinya. Kali ini, yang terbakar yaitu kandang kambing milik Andri, 40, di Jalan Ikan Tongkol, Jalur Lingkar Utara (JLU), Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Danru Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nanang Effendy mengatakan, objek yang terbakar berupa kandang kambing berbahan kayu dan tumpukan sampah di pesisir pantai Mayangan.

Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang tertiup angin kencang hingga menyambar kandang.

“Api bergerak dari sisi utara ke selatan. Melalap satu kandang kambing. Untung kambingnya masih bisa diselamatkan,” kata Nanang.

Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan mulai sekitar pukul 22.45 dengan mengerahkan tiga unit fire truck. Awalnya, petugas melokalisasi api agar tidak merambat ke timur yang terdapat kandang ayam milik warga. Bara di bawah tumpukan sampah juga menjadi perhatian karena bisa memicu kebakaran kembali.

“Selain angin, ada bara api di bawah tumpukan sampah sekitar 10 sentimeter. Ini harus kami pastikan padam. Bahaya kalau masih menyala atau berasap, khawatir nanti membesar lagi,” terangnya.

Petugas juga mengecek kawasan hutan bakau untuk memastikan tidak ada bara tersisa. Setelah pemadaman dan pendinginan menyeluruh, lokasi dinyatakan kondusif sekitar pukul 00.20

Nanang pun mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah saat cuaca berangin. Apalagi jika bakaran sampai ditinggal sebelum api dipastikan benar-benar padam. “Ini berpotensi menyebabkan kebakaran,” tegasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
kandang terbakar Mayangan bakar sampah wonomerto probolinggo