Gegap Gempita Batik in Motion 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, sukses digelar. Kegiatan dengan tema “Batik Bergerak, Ekonomi Kreatif Menggerakkan Kota,” ini digelar selama tiga hari mulai Jumat-Minggu (4-6/9).
=====================
Berbagai potensi lokal khas Kota Probolinggo diangkat dan dikemas dengan memadukan konsep seni budaya, pariwisata, fashion, hingga kuliner. Tiga hari gelaran Batik in Motion 2026 berlangsung meriah.
Hari pertama, Jumat (4/9) sore, ada Dance Kolosal Kolaborasi Tari Jaran Bodag, Tari Kiprah Lengger, dan Tari Kipas Bayuangga, yang dibawakan ribuan penari berhasil memukau penonton.
Ribuan penari ini merupakan siswa SD, SMP, SMA, ibu-ibu Forkopimda, dan organisasi komunitas masyarakat, seperti ikatan istri dokter, kader PKK kelurahan se-Kota Probolinggo, sanggar tari/senam, mahasiswi, ASN, dan atlet line dance Kota Probolinggo.
Penampilan ini disusul Welcome Parade Batik Showcase. Barisan rapi 2.705 penari yang menggunakan busana tradisional menampilkan gerakan line dance sambil membawa sehelai kain batik begitu indah.
Mereka tampak kompak dan energik. Membuat 350 meter sepanjang Jalan Panglima Sudirman penuh warna.
Penampilan ini berhasil mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk Kategori Line Dance dengan mengenakan busana tradisional peserta terbanyak di dunia. Capaian ini tentu menjadi kado terindah sepanjang peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo.
Disaksikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, penghargaan Rekor MURI diserahkan langsung oleh Direktur Operasional MURI Awan Rahargo kepada Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin.
Selain Parade Batik Showcase, ada pula fashion show Batik Futuristik, performance Universal Line Dance Indonesia, Grand Janning ULD dan Flasmob, lomba fun dance ULD dari berbagai daerah.
Ada pula menyaksikan Wonderfull Light, batik Veach Fun Dance, penampilan tarian nusantara, pengumuman lomba, dan Grand Fashion Parade Batik Dekranasda Best ULD Perform, hingga penampilan band dan DJ.
Sejumlah pejabat dari luar daerah juga hadir. Di antaranya, ada Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita; Sekretaris Dekranasda Provinsi Jawa Timur Ibu Dwi Mardiana, dan Direktur Utama Bank Jawa Timur Winardi Legowo beserta jajaran. Hadir juga Anggota Forkopimda Kota Proboolinggo dan sejumlah anggota DPRD Kota Probolinggo.
Sejumlah ketua Dekranasda dari Jawa Timur, juga hadir. Di antaranya, dari Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Probolinggo.
Ada pula dari Kota Blitar, Kota Malang, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sampang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kota Mojokerto, Kabupaten Bangkalan, hingga Kabupaten Ponorogo.
Hadir pula Sekda Kota Budiono Wirawan, pimpinan ULD Pusat Lusi Nurjadi, hingga seluruh perwakilan line dance se-Indonesia. Serta, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah se-Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin sangat mengapresiasi peran semua pihak, sehingga Batik in Motion berjalan sukses. “Mengumpulkannya saja bukan main. Tapi Alhamdulillah dengan kerja sama semua pihak, kompak bahu-membahu dan semangat memecahkan rekor MURI,” ujarnya.
Wali Kota berkomitmen untuk menghadirkan event-event berkala nasional masuk Kharisma Event Nusantara.
Termasuk mempromosikan Kota Probolinggo dengan beragam makanan khasnya, seperti ketan kratok, soto koya, dan nasi pendalungan. Serta, beragam produk UMKM.
Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani mengatakan, pada tahun ke dua Batik In Motion, pihaknya berkomitmen agar terus berinovasi, sehingga bisa naik kelas dan tidak membosankan.
“Kita harus membuat gebyar yang luar biasa. Bagaimana membawa batik ini dikenal di seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya berharap kegiatan ini bisa menggerakkan seluruh industri kreatif. Mulai dari fashion, perajin batik, kuliner, transportasi, hotel dan restauran, UMKM, komunitas atau organisasi seni budaya, serta seluruh sanggar-sanggar seni di Kota Probolinggo.
Menurutnya, Batik in Motion ini menjadi hipotesis laboratorium di Kota Probolinggo. Alias percontohan, bahwa ekonomi kreatif bergerak, setiap daerah juga berdampak.
Tentu ini bisa direplika oleh semua daerah lain. Syukur-syukur Kota Probolinggo menjadi poin utama penggerak Dekranasda Nasional untuk mereplika Batik in Motion di seluruh Indonesia.
“Tentu ini menjadi motivasi tersendiri bagi kita, khususnya para pembatik dan seluruh masyarakat untuk berinovasi. Bertumbuh dengan kolaborasi-kolaborasi dari tahun ke tahun menuju pembangunan yang kita harapkan,” ujarnya. (el/adv)
PEMENANG LOMBA-LOMBA BATIK IN MOTION 2026
Perform Terbaik ULD
Juara I ULD Kota Probolinggo
Juara II ULD Kota Malang
Juara III ULD Kabupaten Mojokerto
Pemenang Best Kostum ULD
Juara I Sanggar Seni Ayin Confidance
Juara II ULD Kota Probolinggo
Juara III ULD Manado
Pemenang Motif Batik
Juara I Batik Pacuan Kencana Bayuangga-Candida Ardele Aurelia
Juara II Batik Turangga Segara – Muhammad Badrus Salam
Juara III Batik Mangga Kalpita – Serlyta Wahyufebriani
Pemenang Desain Kostum Futuristik
Juara I Livo Gery Wijaya
Juara II Muchlis Ansori
Juara III Hardiyas Santoso
Editor : Muhammad Fahmi