KANIGARAN, Radar Bromo - Deadline sensus ekonomi berakhir pada Agustus 2026. Namun, masih ada sekitar 2 ribu keluarga yang belum terdata, karena menolak disensus. Demi menuntaskan sensus terhadap mereka, perpanjangan pun dilakukan hingga 15 September.
Kepala BPS Kota Probolinggo, Joko Santoso menjelaskan, sensus ekonomi 2026 di Kota Probolinggo masih terus dilakukan. Sebanyak 176 petugas sensus ditarget harus menyensus 92.633 KK sampai akhir Agustus.
Beban kerja 176 petugas itu bervariasi, disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan karakteristik wilayah kerja masing-masing.
Secara akumulatif, target setiap petugas sekitar 400 sampai 700 KK dan usaha). Variasi target itu terjadi, karena wilayah yang sektor usahanya padat membutuhkan durasi wawancara yang jauh lebih lama dibandingkan wilayah pemukiman biasa.
“Akhir Agustus sensus sudah selesai. Tinggal finalisasi data terhadap responden yang belum bisa ditemui petugas. Sehingga, diberi waktu sampai 15 September untuk menyelesaikan yang belum bisa ditemui itu,” terangnya.
Menurutnya, masih ada sekitar 2 ribu keluarga yang belum disensus. Salah satu faktornya karena, mereka sempat menolak disensus.
Baca Juga: Sensus Ekonomi di Kota Probolinggo Banyak Ditolak Warga, Berbagai Alasan Ini Pemicunya
Joko menjelaskan, kendala petugas sebenarnya beragam selama sensus. Di antaranya, kesulitan menemui responden yang suami isteri sama-sama bekerja.
Sementara menyensus di luar jam kerja saat malam hari, waktunya juga terbatas.
Dari ribuan keluarga yang belum terdata itu, salah satu penyebabnya karena mereka sempat menolak disensus.
”Di antara ribuan yang belum terdata itu, di dalamnya juga termasuk yang menolak. Kami lakukan pendataan kembali dan pendampingan, supaya koresponden bisa ditemui dan mau menerima petugas,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi