Mau Ngantar Tiram, Warga Triwung Lor Tewas Tertabrak KA Tawangalun di Pilang Probolinggo

Inneke Agustin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 08:51 WIB

 

TKP: Petugas melakukan olah TKP di lokasi tabrakan KA dan saat mengevakuasi jenazah Yusuf, 42, warga Kademangan yang tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang pintu di Gang Gayam, Kelurahan Pilang, Kademangan, Jumat (4/9) siang.
TKP: Petugas melakukan olah TKP di lokasi tabrakan KA dan saat mengevakuasi jenazah Yusuf, 42, warga Kademangan yang tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang pintu di Gang Gayam, Kelurahan Pilang, Kademangan, Jumat (4/9) siang.

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Probolinggo kembali makan korban. Yusuf, 42, warga Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, meninggal setelah tertabrak KA 294 Tawangalun relasi Ketapang-Malang, Jumat (4/9) pagi.

Korban tertabrak di Km 98+0 petak jalan Bayeman-Probolinggo, Gang Gayam, Kelurahan Pilang, Kademangan, pukul 09.45. Motor Honda Revo N 6842 OH yang dikendarainya terbelah jadi dua.

Sebelum kecelakaan, korban menyeberang dari selatan ke utara tanpa berhenti dulu. Lelaki penjual tiram itu hendak mengantar tiram ke seorang pelanggannya.

“Masinis sudah membunyikan suling lokomotif berkali-kali. Namun karena jarak yang terlalu dekat, insiden tersebut tidak dapat terhindarkan,” terang Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro.

Suara benturan keras mengejutkan warga Gang Gayam. Nanik, 42, yang sedang memasak di dapur, keluar rumah. Dia melihat korban sudah tergeletak tengkurap.

 “Sementara motornya patah menjadi dua bagian. Satu bagiannya masuk ke kolam ikan (empang, Red),” jelasnya.

Korban sendiri terpental sekitar 50 meter ke barat dari pintu perlintasan dan langsung meninggal di lokasi. Warga sempat membalik tubuh korban tetapi tidak mengenalinya.

Petugas stasiun terdekat bersama Polsuska langsung mengamankan jalur dan berkoordinasi dengan polisi. Korban lantas dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh.

Gusti Ferdy Lesmana, petugas kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh menyebut, ada sejumlah luka pada tubuh korban.

Mulai kepala, kaki, tangan, dan bagian badannya. Sekitar pukul 13.00, korban dibawa pulang oleh keluarga menuju rumah duka.

“Menurut keluarganya, korban hendak mengantar tiram kepada pembeli di dekat lokasi kecelakaan. Dia selama ini berjualan tiram,” tuturnya.

Akibat kecelakaan itu, KA Tawangalun sempat terlambat, namun hanya tiga menit. Kereta tidak mengalami kerusakan dan perjalanan kereta tetap normal. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
Tawangalun kereta api perlintasan tanpa palang Pilang probolinggo