KANIGARAN, Radar Bromo- Hari Jadi Kota Probolinggo diperingati siap 4 September. Tahun ini, kota dengan lima kecamatan ini sudah berusia 667 tahun. Dalam usianya yang sudah ratusan tahun, para pendahulu Probolinggo tetap dikenang.
Mengawali peringatan hari jadi tahun ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo berserta pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo berziarah ke makam para pemimpin Kota Probolinggo terdahulu. Kamis (3/9), mereka mengawali dari makam Raden Djojonegoro atau Kanjeng Djimat di Jalan dr. Mohamad Saleh, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.
Mereka juga berziarah ke makam Wali Kota Probolinggo ke-17 H. Soeprapto yang menjabat pada periode 1993-1998. Serta, makam Wakil Wali Kota Probolinggo Koentjoro Soehadi (periode 2003-2008).
Rangkaian penghormatan kepada para pendahulu juga dilaksanakan ziarah ke makam almarhum H.M. Buchori, Wali Kota Probolinggo periode 2004-2009 dan 2009-2014.
Ziarah diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Rais Syuriah PCNU Kota Probolinggo K.H. Abdul Wahid.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, ziarah makam para pemimpin terdahulu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Jadi Kota Probolinggo.
Hari Jadi Kota diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam perjalanan pembangunan Kota Probolinggo.
“Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo yang jatuh pada 4 September ini, kami awali dengan kegiatan ziarah kepada para sesepuh, para pendahulu, baik wali kota maupun wakil wali kota,” katanya.
Aminuddin mengatakan, ziarah bukan sekadar seremonial. Tetapi menjadi momentum untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan atas jasa para pemimpin terdahulu yang turut membangun Kota Probolinggo.
“Kami memberikan penghormatan atas jasa-jasa beliau selama menjabat dan tentu dalam rangka membangun Kota Probolinggo,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan Kota Probolinggo merupakan sebuah proses yang harus terus dilanjutkan secara berkesinambungan. Setiap kepemimpinan, memiliki peran dalam meletakkan dasar dan tahapan pembangunan yang menjadi pijakan bagi kepemimpinan berikutnya.
“Pembangunan Probolinggo ini harus terus kami lanjutkan. Jadi apa yang tidak dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kami, kami teruskan, sehingga nanti tahapan-tahapan pembangunan ini berlanjut dan berlangsung,” tegasnya.
Ia berharap kesinambungan pembangunan pada akhirnya mampu membawa Kota Probolinggo menuju kondisi masyarakat yang semakin sejahtera, berkeadilan, dan makmur. Sehingga, menuju Kota Probolinggo yang adil dan makmur. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga