Para pendidik di Kota Probolinggo kini memiliki wadah dalam membangun budaya berbagi melalui inovasi pembelajaran yang berkualitas. Untuk kali pertama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menggelar Anugerah Inovasi Media Pembelajaran PAUD dan PNF Kota Probolinggo Tahun 2026.
========================
BIMTEK Penguatan Model Pembelajaran Berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam Peningkatan Kualitas PAUD dan PNF Kota Probolinggo, 20 Agustus, terus berlanjut. Disdikbud Kota Probolinggo menindaklanjutinya dengan menggelar Anugerah Inovasi Media Pembelajaran PAUD dan PNF.
egiatan ini digelar di Paseban Sena Ballroom Hotel and Restaurant, Kota Probolinggo, Rabu (2/09). Mengusung tema: Berkreasi, Berinovasi, dan Bertransformasi melalui Media Pembelajaran untuk Mewujudkan Pembelajaran PAUD dan PNF yang bermakna Kreatif, Inklusif, dan Adaptif terhadap Teknologi.
Total, ada 152 tenaga pendidik tingkat PAUD dan PNF dari lembaga negeri maupun swasta yang mendaftar dalam ajang ini. Setelah melalui seleksi dan penilaian administratif, ada 50 pendidik yang berhak maju ke tahap berikutnya.
Di antaranya, 20 pendidik kategori Kelompok Bermain (KB), 20 pendidik kategori Taman Kanak-Kanak (TK), dan 10 pendidik kategori Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dalam tahap berikutnya, puluhan tenaga pendidik dari tiga kategori ini harus mempresentasikan inovasi media pembelajaran yang diciptakan di depan para juri.
Dewan juri merupakan pengawas, penilik sekolah, hingga tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang digitalisasi pembelajaran mulai jenjang TK, SD, hingga SMP di Kota Probolinggo. Saat itulah penilaian penyeleksian presentasi berlangsung sejak pagi.
Meski dibagi menjadi tiga lokasi kategori, venue tetap di Paseban Sena. Sore digelar penganugerahan. Seremonial Anugerah Inovasi Media Pembelajaran dibuka oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. Didampingi Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, M.Kes.
Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Sosial, para Bunda PAUD Kecamatan, Ketua Pokja II TP PKK Kota Probolinggo, dan seluruh peserta Anugerah Inovasi Media Pembelajaran.
Wali Kota dr. Aminuddin berharap kegiatan ini menjadi fondasi awal dari program awal pemerintah dengan 13 tahun wajib belajar. Khususnya pada satu tahun pertama pendidikan usia dini (prasekolah) sebelum melanjutkan ke pendidikan dasar.
“Melalui program ini, pemerintah terus menfasilitasi, memberikan kegiatan-kegiatan salah satunya anugerah inovasi ini yang tujuannnya membentuk karakter anak-anak Indonesia sejak dini. Dimulai dengan peningkatan SDM tenaga pendidiknya,” ujarnya.
Ke depan, kata Wali Kota, sarana prasarana fisik fasilitas pembelajaran akan terus tingkatkan, sehingga di Kota Probolinggo, sistem pendidikan bisa terintegrasi dengan baik.
“Bahkan kami kuatkan sinergi dengan akademisi-akademisi untuk menguyun grand design sistem pendidikan hingga tahun 2045,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani menyebutkan, perkembangan zaman menuntut guru atau tenaga pendidik PAUD harus berdaya terlebih dahulu.
Karena mereka merupakan ujung tombak pendidikan. Dengan perkembangan digitalisasi, segala pembelajaran positif bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bisa menumbuhkan kepekaan anak terhadap sekitar sekaligus meng-counter terpaparnya anak dengan kegiatan digitaliassai yang positif,” katanya.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setiorini Sayekti, S.KM., M.Si. menegaskan, melalui ajang anugerah ini, semua karya inovasi media pembelajaran PAUD dan PNF selanjutnya akan masuk di Rumah Inovasi Disdikbud Kota Probolinggo. Serta, bisa diakses oleh seluruh lembaga, baik di Kota Probolinggo maupun seluruh Indonesia.
“Ini adalah starting awal, kami berharap setiap hari tenaga pendidik di Kota Probolinggo selalu menemukan hal baru, inovasi baru yang bisa dituangkan ke media pembelajaran dan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk mempraktikkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Tentu ini adalah program yang terus kami kembangkan dan berkesinambungan,” ujarnya. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi