Dorong Kembalikan Ikon Anggur, Pemkot Probolinggo Target Desember Panen Serentak

Arif Mashudi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:45 WIB
RANUM: Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari memetik anggur di kebun anggur area kantor DKPPP Kota Probolinggo, Rabu (2/9). (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
RANUM: Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari memetik anggur di kebun anggur area kantor DKPPP Kota Probolinggo, Rabu (2/9). (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo - Makin minimnya mangga dan anggur yang menjadi ikon Kota Probolinggo, menjadi perhatian serius anggota DPRD Kota Probolinggo.

Sejauh ini, keberadaan pohon mangga dan anggur di kota dengan lima kecamatan ini terus berkurang.

Anggota DPRD Kota Probolinggo Farina Churun Inin mengatakan, pemerintah harus menyikapi serius soal kondisi ikon Kota Probolinggo berupa mangga dan anggur.

Jangan sampai lama-lama dua komoditas ini benar-benar tidak dapat ditemukan di Kota Mangga.

“Kami sangat prihatin dengan Ikon Kota Probolinggo berupa mangga dan anggur. Karena kondisi sekarang kualitasnya terus menurun. Karena itu, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.

Mendapati itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, Pemkot terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal di berbagai sektor.

Tidak hanya perikanan, sektor pertanian juga mendapat perhatian melalui upaya menghidupkan kembali budi daya anggur sebagai salah satu identitas Kota Probolinggo.

“Anggur bukan sekadar tanaman, tetapi bagian dari identitas Kota Probolinggo. Kami ingin mengembalikan anggur sebagai salah satu ikon kota. Karena itu, lahan-lahan yang kami miliki harus kembali produktif, menjadi pusat pembelajaran, penelitian, sekaligus menghasilkan varietas anggur yang unggul dan berkualitas,” katanya.

Pengembangan varietas unggulan menjadi salah satu langkah untuk membangkitkan kembali kejayaan Probolinggo sebagai daerah penghasil anggur.

Salah satu varietas yang dikembangkan adalah Lorano yang memiliki karakteristik buah berukuran besar, tekstur renyah, dan cita rasa menarik.

Terpisah, Waki Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengatakan, keberadaan kebun anggur tidak hanya memiliki nilai produksi.

Tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi sekaligus bagian dari pengembangan agrowisata di Kota Probolinggo.

“Kami ingin anggur kembali menjadi ikon Kota Probolinggo. Tentu tidak cukup hanya dengan menanam, tetapi harus ada inovasi, pengembangan varietas, perawatan yang baik, serta bagaimana hasilnya nanti bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, luas areal tanam anggur di Kota Probolinggo masih minim.

Sejauh ini, lahan yang ditanami anggur dan mangga hanya sekitar 0.61 hektare dengan tanaman anggur sekitar 4.643 pohon.

“Sekarang sudah ada yang berbuah dan bisa dipetik. Tapi diperkirakan Desember sudah bisa panen seluruhnya,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
anggur mangga dprd probolinggo kota