Ditarget 2.161 Hektare, Luas Tanam Padi di Kota Probolinggo Baru Tergarap 1.895 Hektare

Arif Mashudi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:21 WIB
MENANAM: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turut menanam padi dengan sistem tanam benih langsung (tabela). (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
MENANAM: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turut menanam padi dengan sistem tanam benih langsung (tabela). (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)

 KANIGARAN, Radar Bromo- Target tanam padi di Kota Probolinggo tahun ini mencapai 2.161 hektare. Sejauh ini, telah terealisasi panen seluas 1.895,41 hekatare atau 87,71 persen. Sedangkan, produksi padi sudah mencapai 13.356,24 ton atau terealisasi 100,37 persen.

Di tengah musim kemarau, Pemkot Probolinggo mendorong transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern dan mekanisasi. Yakni, penanaman padi dengan Sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, penerapan pertanian modern menjadi salah satu solusi dalam menghadapi keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan. 

Selain itu, meski masih musim kemarau, sudah didorong tanam padi dengan memperkuat sistem pengairan.

Intensifikasi pertanian melalui teknologi modern, kata Aminuddin, diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan. Dengan penerapan metode PM-AAS, produktivitas padi bahkan ditargetkan dapat mencapai 10 ton per hektare.

“Dengan teknologi, mekanisasi dan pendampingan yang tepat, kami berharap produktivitas meningkat, biaya produksi dapat ditekan, dan pada akhirnya kesejahteraan petani juga semakin baik,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, PM-AAS merupakan sistem budi daya padi modern berbasis teknologi presisi, mekanisasi lengkap, dan efisiensi tinggi yang ditujukan untuk mendukung swasembada pangan.

“PM-AAS menerapkan populasi tanaman tinggi, penggunaan sistem tanam benih langsung (tabela), mekanisasi lengkap, pengelolaan air cerdas, pemupukan spesifik lokasi, serta pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) secara terpadu,” jelas Fitriawati.

Penerapan metode ini, berpotensi meningkatkan produktivitas padi secara signifikan. Bahkan, hasil panen ditargetkan dapat mencapai kisaran 10 ton gabah kering panen per hektare.

“Data padi Kota Probolinggo tahun 2026, target tanam 2.161 hektare. Hingga saat ini sudah terealiasi panen seluas 1.895,41 haktare atau 87,71 persen. Produksi padi saat ini sudah mencapai 13.356,24 ton atau 100,37 persen dari produksi padi tahun 2025,” jelasnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
target tanam padi hektare probolinggo