WONOASIH, Radar Bromo- Pemkot Probolinggo terus memutar otak untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dengan menggenjot retribusi Pasar Hewan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih.
Pasar yang berada di bagian selatan Kota Probolinggo ini ditargetkan mampu menyumbang PAD Rp 426 juta. Demi memuluskan target tersebut, sejumlah sarana prasarananya (sarpras) dibenahi. Tak tanggung-tanggung, Pemkot menggelontor anggaran Rp 864.110.000. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, pembangunan tersebut penting untuk melengkapi dan menyempurnakan fasilitas yang sudah ada. Pembangunannya bertujuan agar fasilitas pasar hewan sesuai perencanaan.
“Serta dapat dicapai secara tepat mutu dan tepat waktu,” ujarnya.
Secara teknis, proyek ini akan menyasar tiga poin utama. Yaitu, pekerjaan pengurukan, pavingisasi, dan pembangunan pos retribusi. Dengan adanya pos retribusi baru dan fasilitas pasar yang lebih representatif, diharapkan dapat menekan kebocoran PAD dan meningkatkan kenyamanan pedagang serta pembeli.
Dengan demikian, ke depan dapat meningkatkan realisasi PAD.
“Sekarang rencana pembangunan masih dalam proses tender. Ditargetkan pembangunan bisa rampung dalam waktu 75 hari, pascaberkontrak,” terangnya.
Terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Probolinggo Ari Puspita mengatakan, tender proyek pembangunan sarana dan prasarana pasar hewan masih proses tender ulang. Sebab, ketika tender pertama sejumlah delapan peserta yang mengajukan penawaran harga, tidak ada yang lolos kualifikasi dan evaluasi. “Kami tender ulang, tender awal dinyatakan gagal,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga