Pemerintah Desa Bayeman, Kecamatan Tongas Gelar Karnaval HUT RI, Wujudkan Kekompakan Warga

Inneke Agustin • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 08:21 WIB
MENARIK: Kepala Desa Bayeman Ach Saifulloh berpakaian adat dan menunggangi delman pada acara peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. (FAHREZA NURAGA)
MENARIK: Kepala Desa Bayeman Ach Saifulloh berpakaian adat dan menunggangi delman pada acara peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)

SEMARAK peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI, terasa begitu meriah di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Pemerintah Desa Bayeman menggelar karnaval yang melibatkan sembilan tim dari berbagai dusun. Perayaan kemerdekaan ini sekaligus momentum mempererat kebersamaan antarwarga.

Ribuan warga memadati Lapangan Bayeman, yang menjadi titik start karnaval, Sabtu (29/8). Sejak acara dimulai, suasana sudah dipenuhi berbagai atraksi dan penampilan. Masing-masing tim berbaris sesuai nomor urut sebelum bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan dan mengelilingi wilayah Desa Bayeman.

Tidak sekadar menjadi ajang hiburan, karnaval juga menjadi panggung bagi warga untuk memperkenalkan keberagaman adat dan budaya Nusantara. Beragam kreativitas ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, busana adat, pakaian bergaya tempo dulu, hingga pertunjukan modern.

MERIAH: Tampak udara kegiatan karnaval peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)
MERIAH: Tampak udara kegiatan karnaval peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya sejumlah peserta yang membawa hasil bumi serta miniatur burung Garuda sebagai simbol kebanggaan terhadap Indonesia. Berbagai kreasi tersebut berpadu dalam satu iring-iringan yang menggambarkan semangat persatuan dan kerukunan masyarakat Desa Bayeman.

“Seluruh dusun akan kami lintasi. Kami menampilkan adat budaya, mulai dari tarian hingga busananya. Semua menggambarkan kerukunan yang ada di desa kami,” tutur Kepala Desa Bayeman Ach. Saifulloh.

PARTISIPASI: Sejumlah warga membawa gunungan hasil bumi dalam Karnaval Peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
PARTISIPASI: Sejumlah warga membawa gunungan hasil bumi dalam Karnaval Peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Untuk menjaga penilaian tetap objektif, Pemdes Bayeman juga menghadirkan tiga orang juri yang seluruhnya berasal dari luar desa. Penilaian dilakukan terhadap kreativitas dan penampilan masing-masing peserta.

“Kami menghadirkan tiga juri dalam acara ini. Seluruhnya berasal dari luar desa sehingga hasilnya dijamin objektif dan transparan,” terangnya.

Kemeriahan karnaval tidak hanya berhenti pada perayaan HUT RI. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berkreasi, sekaligus memperkuat kekompakan antardusun.

SYUKUR: Pemerintah Desa Bayeman melaksanakan selamatan Bujuk Kelud di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
SYUKUR: Pemerintah Desa Bayeman melaksanakan selamatan Bujuk Kelud di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Di sisi lain, kegiatan yang mengundang ribuan warga itu turut memberikan dampak terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah pedagang memanfaatkan ramainya kegiatan untuk berjualan di sekitar lokasi acara.

“Tak hanya itu, melalui kegiatan ini, geliat UMKM warga juga terdongkrak. Terbukti dengan banyaknya pedagang yang hadir di acara tersebut. Tentunya ini dapat mendongkrak ekonomi mereka,” ujar Saifulloh.

Semangat kebersamaan yang terlihat dalam karnaval tersebut, menjadi bagian dari upaya Pemdes Bayeman untuk membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya aktif dalam kegiatan pembangunan. Tetapi juga guyub dalam menjaga tradisi dan budaya lokal. (gus/rud/*)

 

 

KERUK: Ekskavator PU SDA Provinsi Jawa Timur melakukan normalisasi di Sungai Bayeman, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
KERUK: Ekskavator PU SDA Provinsi Jawa Timur melakukan normalisasi di Sungai Bayeman, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Dorong Kesejahteraan Warga, Incar PADes dari Sektor Pertanian

 

SEMANGAT kebersamaan yang tumbuh melalui berbagai kegiatan masyarakat terus dikembangkan Pemerintah Desa Bayeman. Selain menggelar karnaval dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-81 RI, pemerintah desa juga menjalankan sejumlah program yang menyentuh aspek budaya, ekonomi, kesehatan, hingga lingkungan.

Dalam bidang budaya dan keagamaan, pemerintah desa rutin menggelar kegiatan selamatan desa. Salah satunya melalui salawatan pada bulan Maulid yang sekaligus menjadi momentum untuk mendoakan para sesepuh desa.

Salah satu tokoh yang menjadi bagian dari sejarah Desa Bayeman adalah Bujuk Kelud, pembabat alas Desa Bayeman. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.500 warga dan turut menghadirkan ulama untuk memberikan tausiah.

“Kami juga mendatangkan ulama dalam acara ini,” ujar Kepala Desa Bayeman Ach. Saifulloh.

Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, salawatan, ceramah keagamaan, kemudian ditutup dengan makan bersama. Menurut Saifulloh, tradisi selamatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para bujuk yang memiliki kaitan dengan sejarah berdirinya Desa Bayeman.

“Memang di desa kami ada empat bujuk dan biasanya diselameti semua dan pasti ramai acaranya. Kemarin kebetulan giliran Bujuk Kelud,” ungkapnya.

Selain mempertahankan tradisi, pemerintah desa juga berupaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program tersebut bergerak di sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan sawah sekitar dua hektare. Sebelumnya, lahan itu ditanami padi dan berhasil menghasilkan sekitar 6 ton gabah. Saat ini, lahan telah ditanami jagung dan masih menunggu masa panen. “Kami bergerak di bidang pertanian,” ujarnya.

Ke depan, hasil pertanian tersebut diharapkan tidak hanya mampu mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Sekaligus, membuka peluang penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat.

Pemerintah Desa Bayeman juga membuka peluang agar hasil pertanian dapat dipasarkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat juga dilakukan melalui sektor kesehatan. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tetap berjalan di masing-masing dusun dengan sasaran yang beragam, mulai dari balita, ibu hamil, hingga lanjut usia.

Sementara itu, dari sisi lingkungan dan mitigasi bencana, Pemerintah Desa Bayeman turut melakukan normalisasi Sungai Bayeman bekerja sama dengan PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Tujuannya, untuk mengurangi risiko banjir yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat.

“Kalau tidak dinormalisasi, rawan banjir. Jika sudah banjir, ini sekitar 1.000 warga yang bisa-bisa terdampak,” terang Saifulloh.

Pengawas lapangan kegiatan normalisasi, Alif Pradipta menjelaskan, pengerjaan dilakukan menggunakan ekskavator. Sedimen sungai dikeruk, sementara sisi kanan dan kiri sungai diperlebar untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

“Kami gali hingga kedalaman kurang lebih satu meter. Lebarnya dari yang awalnya hanya 5 sampai 10 meter, jadi 15 sampai 20 meter,” pungkasnya.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa geliat pembangunan di Desa Bayeman tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik. Kebersamaan masyarakat, pelestarian tradisi, penguatan ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga upaya mengantisipasi bencana terus berjalan beriringan. (gus/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
warga Lapangan Bayeman karnaval Tongas