INFRASTRUKTUR masih menjadi target pembangunan Pemerintah Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Rencana tersebut dijalankan bersamaan dengan pelayanan kesehatan masyarakat dan program ketahanan pangan.
Kesehatan masyarakat rentan menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Wonogoro. Untuk mewujudkannya, tak cukup hanya rencana dan sasaran program kesehatan yang matang. Baiknya pelayanan kesehatan, juga harus diimbangi dengan tempat pelayanan yang memadai.
Karena itu, pemerintah desa menyediakan Gedung Posyandu yang baik. Bahkan, sejauh ini masih terus dilengkapi.
Kepala Desa Wonogoro Supriyono mengatakan, bangunan induk Posyandu sudah kokoh. Dilengkapi pedapa yang digunakan untuk pelayanan saat kegiatan Posyandu. Tahun ini, pihaknya berencana membangun pagar dan mempaving jalan di area Gedung Posyandu di RT 2/RW 1, Dusun Krajan.
“Gedung Posyandu dibangun tahun lalu. Saat ini akan kami sempurnakan agar lebih nyaman saat kegiatan posyandu dilaksanakan,” katanya.
Saat ini pembangunan pagar yang mengelilingi gedung Posyandu, sedang digarap. Panjangnya sekitar 30 meter dan lebar 15 meter. Jalan dibangun karena sebelumnya hanya berupa tanah dan tidak nyaman. Saat musim hujan berlumpur, saat musim kemarau berdebu.
“Saat ini pembangunan pagar dan paving sudah 90 persen. Tinggal finishing,” katanya.
Pemerintah desa juga akan membangun dua ruas jalan di Dusun Waturiti. Pertama, sepanjang 150 meter di RT 6/RW 2. Jalan ini merupakan jalan penghubung Desa Wonogoro dengan Desa Lumbang. Kedua, jalan sepanjang 150 meter di RT 7/RW 2. Jalan ini merupakan jalan penghubung Desa Wonogoro dengan Desa Palangbesi.
Pembangunan jalan akan dilaksanakan dengan konstruksi aspal lapisan penetrasi (lapen). Sebab, dua ruas jalan tersebut sebelumnya sudah pernah diaspal. Tetapi, di beberapa titik rusak akibat cuaca dan waktu.
“Untuk rencana aspal lapen, pengecekan kondisi jalan sudah dilakukan. Rencana pengaspalan akan dilaksanakan akhir tahun ini,” jelasnya. (ar/rud/*)
BUMDes Kelola Penggemukan Sapi
BERADA di lereng gunung berdampak positif bagi warga. Ketersediaan pakan ternak melimpah. Tak heran jika mayoritas warga Desa Wonogoro banyak yang berternak. Sebagian juga menggantungkan mata pencahariannya terhadap hasil ternak.
Potensi ini kemudian menjadi alasan Pemerintah Desa Wonogoro untuk terus merealisasikan ketahanan pangan desa berupa penggemukan sapi. “Ketahanan pangan masih konsisten kami laksanakan. Penggemukan sapi begitu cocok untuk dilakukan di desa,” ujar Kepala Desa Wonogoro Supriyono.
Tahun ini pemerintah desa memberikan suntikan anggaran Rp 43 juta. Dengan duit ini, akan dilakukan pengadaan sapi yang kemudian akan digemukkan melalui BUMDes Makmur Sejahtera. Sapi yang sudah dibeli akan dipelihara oleh warga dengan sistem bagi hasil.
Pemerintah desa berencana membeli sapi berusia 1 tahun lebih. Kemudian, akan dipelihara dengan target 6 bulan sudah bisa dijual. Dengan harapan perputaran modal bisa lebih cepat
“Sapi tidak ditempatkan secara komunal. Tetapi menyebar di kandang milik warga. Hanya warga yang berpengalaman beternak sapi yang dijadikan mitra untuk bagi hasil,” katanya.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kami harap BUMDes bisa menjalankan usaha penggemukan sapi dengan baik, sehingga mampu memberikan PADes,” imbuh Supriyono. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Membangun pagar dan pavingisasi jalan di areal Gedung Posyandu di RT 2/RW 1, Dusun Krajan.
· Mengaspal jalan di RT 6/RW 2 dan RT 7/RW, Dusun Waturiti.
· Membangun 1 unit RTLH.