Infrastruktur Dibangun, Pemerintah Desa Kamalkuning, Kecamatan Krejengan Tetap Gelontor BLT-DD

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:54 WIB

KOKOH: Pemerintah Desa Kamalkuning membangun TPT di Dusun Krajan. (PEMERINTAH DESA KAMALKUNING FOR JAWA POS RADAR BROMO)

KOKOH: Pemerintah Desa Kamalkuning membangun TPT di Dusun Krajan. (PEMERINTAH DESA KAMALKUNING FOR JAWA POS RADAR BROMO)

DANA Desa untuk Pemerintah Desa Kamalkuning, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, memang berkurang. Namun pemerintah desa terus berupaya agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan dengan menyasar kebutuhan masyarakat yang paling urgen.

Pemangkasan Dana Desa (DD) membuat pemerintah desa harus semakin selektif dalam menentukan program pembangunan. Kondisi serupa dirasakan Pemerintah Desa Kamalkuning. Karena itu, pemerintah desa berupaya memaksimalkannya.

Salah satu pekerjaan yang disiapkan tahun ini adalah pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Krajan. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah desa untuk membenahi kondisi lingkungan sekaligus menjaga kawasan yang membutuhkan penguatan struktur tanah.

Kepala Desa Kamalkuning Wasik mengatakan, keterbatasan anggaran membuat desa tidak bisa menjalankan seluruh rencana pembangunan sekaligus. Karena itu, program yang dipilih harus benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Anggaran Dana Desa sekarang sangat terbatas. Jadi, kami harus menyusun pembangunan berdasarkan skala prioritas. Yang benar-benar dibutuhkan masyarakat kami upayakan tetap berjalan,” katanya.

BANTU WARGA: Salah satu warga Desa Kamalkuning, mendapat BLT DD. (PEMERINTAH DESA KAMALKUNING FOR JAWA POS RADAR BROMO)
BANTU WARGA: Salah satu warga Desa Kamalkuning, mendapat BLT DD. (PEMERINTAH DESA KAMALKUNING FOR JAWA POS RADAR BROMO)

Pembangunan TPT di Dusun Krajan menjadi salah satu bentuk pembangunan yang dipertahankan di tengah kondisi tersebut. Infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Terutama dalam menjaga kondisi lingkungan dan menunjang keamanan kawasan.

Menurut Wasik, pembangunan desa tidak harus selalu diwujudkan dalam proyek besar. Ketika anggaran dipangkas, pembangunan dengan skala lebih terukur tetapi tepat sasaran justru menjadi pilihan.

SIAP MELAYANI: Salah seorang Perangkat Desa Kamalkuning berada di ruang pelayanan, siap melayani warga.
SIAP MELAYANI: Salah seorang Perangkat Desa Kamalkuning berada di ruang pelayanan, siap melayani warga.

“Yang penting pembangunan itu manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami tidak ingin anggaran yang terbatas digunakan untuk kegiatan yang tidak menjadi prioritas,” ujarnya.

Selain infrastruktur, pemerintah desa juga tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat melalui program bantuan. Tahun ini, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) disalurkan kepada tiga keluarga penerima manfaat (KPM).

Keberadaan BLT-DD menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah desa bagi warga yang membutuhkan. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima.

JAGA KESEHATAN: Sejumlah balita dan ibu-ibu mengikuti kegiatan Posyandu di Desa Kamalkuning.
JAGA KESEHATAN: Sejumlah balita dan ibu-ibu mengikuti kegiatan Posyandu di Desa Kamalkuning.

Wasik menegaskan, pembangunan fisik dan bantuan kepada masyarakat harus berjalan beriringan. Namun dengan kondisi Dana Desa yang menyusut, pemerintah desa dituntut untuk cermat dalam membagi anggaran.

“Pembangunan tetap kami jalankan, tetapi bantuan kepada masyarakat juga tidak boleh dilupakan. Kami menyesuaikan semuanya dengan kemampuan anggaran desa,” jelasnya.

Situasi tersebut membuat arah pembangunan Desa Kamalkuning kini lebih menekankan pada kebutuhan dasar. Bagi Pemerintah Desa Kamalkuning, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembangunan.

“Memang tidak mudah dengan anggaran yang terbatas. Tetapi kami akan tetap berusaha memberikan yang terbaik sesuai kemampuan desa,” ujar Wasik. (mu/rud/*)

 

 

 

 

Maksimalkan Posyandu, Jaga Kesehatan Warga

PEMANGKASAN Dana Desa (DD) tak membuat Pemerintah Desa Kamalkuning mengendurkan pelayanan kepada masyarakat. Di tengah anggaran desa yang semakin terbatas, pelayanan publik dan kegiatan kesehatan tetap menjadi perhatian.

Kepala Desa Kamalkuning Wasik mengatakan, pelayanan kepada masyarakat merupakan tugas utama pemerintah desa. Karena itu, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan di kantor desa.

“Kami tetap berusaha memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Bagaimanapun, masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan baik. Kita juga telah memberikan honor bagi RT/RW,” katanya.

Menurutnya, kantor desa menjadi salah satu titik penting dalam hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat. Berbagai kebutuhan administrasi dan pelayanan warga harus tetap ditangani secara maksimal.

Pelayanan diupayakan berjalan dengan baik, meski pemerintah desa juga harus melakukan efisiensi. Pelayanan publik merupakan kebutuhan yang harus terus dijaga. “Kalau pelayanan kepada masyarakat tidak ada berkurang. Kami tetap berupaya optimal melayani masyarakat sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.

Tak hanya pelayanan administrasi, sektor kesehatan masyarakat juga tetap mendapat perhatian. Salah satunya melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang terus dilakukan.

Posyandu menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk mendapatkan layanan kesehatan secara lebih dekat di lingkungan tempat tinggalnya.

HONOR PERANGKAT: Kepala Desa Kamalkuning Wasik (depan tidak berkopiah) dalam kegiatan pemberian honor bagi RT/RW Desa Kamakuning.
HONOR PERANGKAT: Kepala Desa Kamalkuning Wasik (depan tidak berkopiah) dalam kegiatan pemberian honor bagi RT/RW Desa Kamakuning.

Wasik mengatakan, kegiatan Posyandu akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung kesehatan masyarakat. “Posyandu terus dilakukan. Kegiatan kesehatan masyarakat tetap kami perhatikan,” ujarnya.

Keberlanjutan Posyandu dinilai penting karena kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan desa. Pembangunan, menurut Wasik, tidak hanya berbentuk infrastruktur, seperti tembok penahan tanah, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan dan perhatian dari pemerintah desa.

Ketika Dana Desa terus berkurang, Pemerintah Desa Kamalkuning harus membagi perhatian antara pembangunan fisik, bantuan sosial, pelayanan publik, dan kesehatan. Kondisi ini membuat pemerintah desa harus menyusun program secara lebih hati-hati. Setiap kegiatan dipastikan memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Anggaran memang terbatas, sehingga kami harus menyesuaikan program. Tetapi pelayanan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian kami,” kata Wasik.

Menurutnya, desa tetap harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika ada pembangunan fisik. Pelayanan yang baik dan kegiatan kesehatan yang rutin juga menjadi ukuran keberhasilan pemerintah desa.

Dengan langkah ini, Pemerintah Desa Kamalkuning berupaya menjaga roda pemerintahan tetap berjalan. Dana Desa boleh menyusut, tetapi pelayanan kepada warga dan perhatian terhadap kesehatan tidak boleh ikut surut.

“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal dan menjalankan kegiatan yang memang dibutuhkan masyarakat,” ujar Wasik. (mu/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
Pemangkasan Kamalkuning dana desa dd Krejengan