Ribuan Warga Patemon Krejengan Bersalawat, Kekompakan Jadi Kekuatan Desa

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:00 WIB
SELAWAT: Baginda Purnomo (batik merah) saat sambutan dalam acara Desa berselawat dalam rangka Kadisah. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
SELAWAT: Baginda Purnomo (batik merah) saat sambutan dalam acara Desa berselawat dalam rangka Kadisah. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

SUASANA religius sekaligus penuh kebersamaan terasa di Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kamis (20/8) malam. Ribuan warga memadati kegiatan Kadisah Patemon Bersalawat bersama Majelis Ta'lim wal Maulid Raudhatul Ulum (Tamru), majelis yang berada di bawah asuhan KH Moh Hasan Naufal.

Bagi Desa Patemon, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah desa, tokoh agama, pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme warga yang begitu besar.

Menurut dia, kekuatan utama pembangunan desa bukan hanya berada di tangan kepala desa maupun perangkat, tetapi juga pada dukungan masyarakat.

“Semua bukan dari kepala desa, bukan semua dari perangkat. Ada lembaga-lembaga yang ada di desa dan juga rakyatnya. Alhamdulillah, masyarakat Patemon selalu memberikan dukungan,” ujar Baginda.

Dia menilai kegiatan keagamaan seperti yang digelar bersama Majelis Ta'lim wal Maulid Raudhatul Ulum memiliki peran penting dalam menjaga kebersamaan masyarakat.  

“Yang paling penting adalah bagaimana kita terus belajar dan menjadi lebih baik. Saya sendiri masih terus belajar dari perangkat, dari kecamatan, dari para kiai. Belajar bagaimana menjadi panutan,” katanya.

Di sela-sela menyampaikan perkembangan desa, Baginda juga membawa kabar baik mengenai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dua titik fasilitas air bersih di Patemon kini telah aktif dan mulai dimanfaatkan warga.

Menurut Baginda, fasilitas tersebut sudah aktif sekitar satu pekan. Alhamdulillah kami mendapatkan air bersih di dua titik.  Ini sangat bermanfaat untuk rakyat Patemon, khususnya,” ungkapnya.

ANTUSIAS: Terlihat warga Patemon antusias mengikuti kegiatan Patemon bersalawat dalam rangka perayaan HUT RI dan kadisah. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
ANTUSIAS: Terlihat warga Patemon antusias mengikuti kegiatan Patemon bersalawat dalam rangka perayaan HUT RI dan kadisah. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Dorong Pembangunan Infrastruktur

SELAIN air bersih, Pemerintah Desa Patemon juga terus mendorong pembangunan infrastruktur. Salah satu upaya dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan jajaran Kodim dan Koramil.

Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo mengungkapkan, usulan pembangunan yang disampaikan mendapat respons cepat. Bahkan, menurutnya, tindak lanjut dilakukan dalam waktu relatif singkat.  “Alhamdulillah, tanpa proposal, belum sampai satu bulan sudah datang dan melihat langsung,” jelasnya.

Jajaran Koramil bersama perangkat desa juga telah mengecek terhadap sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan. “Sekarang juga sudah ditunjukkan lokasi yang perlu ditangani ke Kodim. Sudah dicek lokasinya oleh Koramil bersama teman-teman perangkat. Mudah-mudahan segera turun,” harap Baginda.

Kata Baginda dia, pembangunan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, dirinya akan terus mengawal usulan agar dapat direalisasikan. Baginda juga membeberkan capaian Desa Patemon dalam pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Desa tersebut telah menyandang status Desa Mandiri dalam dua tahun berturut-turut.

“Di 2024 sudah mandiri, 2025 juga sudah mandiri. Jadi dua kali berturut-turut sudah mendapatkan piagam Desa Mandiri,” ungkapnya.

Capaian itu, kata Baginda, bukan semata-mata keberhasilan pemerintah desa. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki kontribusi dalam proses tersebut.

 

Diapun merendah dengan menyebut dirinya masih memiliki banyak kekurangan dalam hal pendidikan maupun pengetahuan.

“Pendidikan saya minim, ilmu saya juga minim. Tapi saya terus belajar. Belajar kepada perangkat, belajar ke kecamatan, belajar kepada kiai. Itu yang terus saya lakukan,” tuturnya.

Baginda mengaku banyak belajar dari para tokoh agama, termasuk bagaimana membangun kesabaran dan menjadi panutan bagi masyarakat.

“Bagaimana senyumnya, bagaimana sabarnya, bagaimana menjadi panutan, itu saya belajar dari para kiai. Mudah-mudahan saya tetap bisa belajar yang terbaik untuk Desa Patemon khususnya,” katanya.

Prestasi lain kembali menghampiri Desa Patemon pada 2026. Berdasarkan informasi dari pihak Kecamatan Krejengan, Patemon kembali meraih posisi pertama di tingkat kecamatan dan berhak mewakili Kecamatan Krejengan dalam lomba tingkat Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah, kabar tadi dari kecamatan, nomor satu lagi dalam tatakelola desa. Tiga tahun berturut-turut,” ujar Baginda.

Dia menegaskan, capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama. Perangkat desa, lembaga desa, kader, PKK hingga masyarakat dinilai memiliki peran penting.

“Ini bukan karena kepala desa saja. Perangkatnya aktif, BPD-nya juga aktif, kadernya juga aktif. Termasuk ibu-ibu Tim Penggerak PKK,” jelasnya.

Baginda secara khusus memberikan apresiasi kepada Ketua Tim Penggerak PKK Desa Patemon, Sumiati, serta para ketua RT dan warga yang ikut menyukseskan berbagai kegiatan.

“Terima kasih ibu-ibu, terima kasih keluarga, RT 2, RT 3 dan semuanya yang ikut mengadakan lomba. Kompaknya bagus, lengkap dalam pembukaan dan penutupan. Itu juga masuk penilaian di kecamatan,” katanya.

Berbagai kegiatan masyarakat di tingkat RT kini juga terus digerakkan. Tim kreatif perangkat desa ikut membantu mempersiapkan kegiatan dan melakukan pembenahan agar pelaksanaan semakin baik.

Bagi Baginda, kekompakan tersebut menjadi modal penting untuk membawa Patemon melangkah lebih jauh. Apalagi, setelah tiga kali berturut-turut menjadi juara tingkat kecamatan, kini tantangan berikutnya adalah kompetisi tingkat kabupaten.

“Saya mohon doanya, khususnya warga Desa Patemon. Mudah-mudahan dapat nomor satu sekabupaten Probolinggo. Amin,” harapnya.

Baginda berharap seluruh masyarakat tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. Justru penghargaan dan prestasi tersebut harus menjadi pemantik semangat untuk terus memperbaiki pelayanan dan pembangunan desa.

“Yang penting dengan adanya perkembangan seperti ini, warga tetap semangat. Semangat untuk Desa Patemon dan warga Desa Patemon,” pungkasnya. (mu/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
kecamatan krejengan transparansi desa desa patemon