SUKAPURA, Radar Bromo–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo, Kamis (27/8) dini hari. Dua titik api di perbukitan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, mengarah ke kawasan jembatan kaca.
Hingga pukul 16.00, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api. Medan berupa lembah yang ekstrem membuat proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 03.05. Saat itu terpantau dua titik api mengarah ke kawasan jembatan kaca.
Kobaran api kemudian terus membesar dan merembet mendekati jembatan kaca serta Homestay Tengger Indah. Warga setempat lantas melaporkan kejadian tersebut agar segera ditangani.
“Kejadian kebakaran terjadi dini hari. Terpantau ada dua titik api, sehingga perlu segera dilakukan penanganan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Hari itu juga, pemadaman dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak. Mulai BPBD Kabupaten Probolinggo, petugas Balai Besar TNBTS, personel Damkar Kabupaten Probolinggo, TNI, Polri, dan relawan.
Selama pemadaman, petugas fokus memadamkan titik api dan rambatannya di kawasan Seruni Point. Pemadaman sendiri dilakukan dengan dua cara.
Pertama, titik api dan rambatannya disemprot menggunakan air dari mobil damkar dan mobil tangki yang sebelumnya bersiaga. Sementara titik api yang sulit dijangkau dipadamkan secara manual dengan gebyok.
Baca Juga: Kebakaran Dinyatakan Padam Total, Wisata Bromo Kembali Dibuka Kamis 20 Agustus
“Pemadaman gabungan dilakukan untuk mempercepat pemadaman. Mobil damkar dan tangki juga bersiaga melakukan pemadaman api,” tuturnya.
Hingga pukul 16.00, pemadaman masih terus dilakukan. Kondisi medan yang berupa lembah ekstrem membuat petugas harus ekstra hati-hati.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya petugas untuk memadamkan api secara maksimal. “Pemadaman masih terus dilakukan. Medannya cukup ekstrem,” ucapnya.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menambahkan, pihaknya menurunkan personel untuk membantu penanganan karhutla. Pemadaman dan pemantauan perkembangan titik api terus dilakukan agar kebakaran tidak meluas.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di kawasan yang rawan karhutla.
Jika menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, masyarakat diminta segera melapor pada petugas agar dapat ditangani dengan cepat.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan upaya pemadaman serta pencegahan agar api tidak semakin meluas. Keselamatan masyarakat, wisatawan, dan personel menjadi prioritas utama,” imbuhnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi