Semarak HUT Kemerdekaan, Pemerintah Desa Widoro, Kecamatan Krejengan Pupuk Semangat Gotong Royong

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:00 WIB
JALAN SANTAI: Kepala Desa Widoro Abdul Jalal (memegang flare) saat gelaran jalan santai di desanya. Ini dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 RI. (PEMERINTAH DESA WIDORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
JALAN SANTAI: Kepala Desa Widoro Abdul Jalal (memegang flare) saat gelaran jalan santai di desanya. Ini dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 RI. (PEMERINTAH DESA WIDORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

SUASANA Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI) begitu kuat di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Pemerintah desa menggelar beragam kegiatan. Memupuk semangat kebersamaan masyarakat.

Ribuan warga memadati jalanan Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Minggu (16/8) pagi. Mereka turun untuk mengikuti gelaran jalan santai yang diadakan pemerintah desa. Ada juga yang sekadar menonton bersama sanak saudaranya.

Sejak fajar menyingsing, antusiasme warga sudah terlihat jelas. Berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga para orang tua turun ke jalan. Sebagian peserta memilih mengenakan pakaian olahraga untuk menyusuri rute jalan santai, sementara sebagian lain memboyong keluarga untuk sekadar menonton dan meramaikan suasana.

Kemeriahan ini membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu membutuhkan kemewahan, melainkan ruang terbuka dan nilai kekeluargaan yang erat.

Kepala Desa Widoro Abdul Jalal mengungkapkan kegembiraannya atas partisipasi massa. Menurutnya, jumlah warga yang hadir jauh melampaui perkiraan karena masyarakat yang hanya datang untuk menonton turut membuat suasana pesta rakyat makin meriah.

“Ribuan warga datang untuk berpartisipasi maupun menonton. Antusias sekali,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat merupakan cerminan dari kuatnya rasa guyub antarwarga Desa Widoro. Momentum perayaan kemerdekaan tidak dipandang sebatas agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi wadah pemersatu yang merekatkan kembali ikatan sosial di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

Kemeriahan perayaan HUT RI di Desa Widoro, tidak berhenti saat jalan santai usai pada siang hari. Pada malam harinya, kemeriahan berlanjut dengan suguhan pentas seni lokal. Panggung hiburan ini menjadi wadah apresiasi bagi kreativitas warga, sekaligus ruang rekreasi bersama setelah seharian beraktivitas fisik.

Tak hanya itu, dimensi keagamaan dan kebudayaan juga disisipkan secara harmonis. Rangkaian perayaan disempurnakan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. serta prosesi pemotongan tumpeng. Perpaduan antara perayaan fisik, seni, serta tradisi spiritual ini membuat peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Desa Widoro, terasa sarat makna nasionalisme dan religiusitas.

“Selain jalan santai, malamnya juga ada pentas seni. Kemudian, ada acara Maulid Nabi dan potong tumpeng,” terang Abdul Jalal.

Melalui kemeriahan yang berlangsung dari pagi hingga malam ini, Desa Widoro berhasil menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tetap menyala terang di tingkat tapak. Partisipasi aktif ribuan warga menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk memupuk semangat gotong royong dalam mendukung kemajuan desa ke depan. (mu/rud/*)

LEBIH BAIK: Salah satu rumah warga yang dibangun Pemerintah Desa Widoro melalui Program Pembangunan RTLH. (PEMERINTAH DESA WIDORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
LEBIH BAIK: Salah satu rumah warga yang dibangun Pemerintah Desa Widoro melalui Program Pembangunan RTLH. (PEMERINTAH DESA WIDORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

Bangun RTLH, Konsisten Gelontor BLT

DI tengah hiruk pikuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Widoro memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Pesta rakyat tidak menghentikan fokus pemerintah desa dalam merealisasikan program infrastruktur serta jaring pengaman sosial bagi warga.

Langkah ini menegaskan bahwa makna Kemerdekaan di Desa Widoro tidak sebatas seremonial atau kegiatan hiburan. Di balik kemeriahan jalan santai dan pentas seni yang mengumpulkan ribuan warga, terdapat kerja-kerja teknis pembangunan yang terus didorong oleh jajaran pemerintah desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Desa Widoro Abdul Jalal menjelaskan, pihaknya membagi fokus antara mengawal perayaan HUT Kemerdekaan RI dan mengawasi jalannya program penanganan fisik serta bantuan sosial. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan sesuai target.

Ia memaparkan beberapa agenda fisik yang tengah diprioritaskan dan berjalan di Desa Widoro. Di antaranya, ada pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Untuk kegiatan fisiknya ada KDMP dan RTLH,” ujarnya.

Adanya KDMP diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian desa secara mandiri, sementara program RTLH bertujuan langsung untuk membenahi kualitas hidup warga kurang mampu agar memiliki hunian yang lebih layak dan sehat.

Selain penguatan sektor fisik dan ekonomi, Pemerintah Desa Widoro juga konsisten mengawal alokasi Bantuan Langsung Tunai (BLT). Berdasarkan data yang dihimpun, tahun ini ada dua keluarga penerima manfaat yang tercatat sebagai penerima BLT.

Skema bantuan tunai ini ditujukan untuk menjaga daya beli serta menopang kebutuhan pokok harian warga terintervensi. “Yang jelas masyarakat sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan,” ujarnya. (mu/rud/*)

BANTU WARGA: Kepala Desa Widoro Abdul Jalal menyerahkan BLT-DD kepada salah seorang warganya. (PEMERINTAH DESA WIDORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
BANTU WARGA: Kepala Desa Widoro Abdul Jalal menyerahkan BLT-DD kepada salah seorang warganya. (PEMERINTAH DESA WIDORO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
Editor : Moch Vikry Romadhoni
Ribuan warga Widoro Krejengan jalan santai probolinggo