Kasus Perundungan Terhadap Anak di Kota Pasuruan Masih Tinggi

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:48 WIB
ILUSTRASI BULLYING GEMINI AI
ILUSTRASI BULLYING GEMINI AI

PASURUAN, Radar Bromo - Upaya mewujudkan lingkungan ramah anak di Kota Pasuruan masih harus menghadapi banyak tantangan. Sejauh ini, kasus kekerasan terhadap anak masih sering terjadi. Tahun ini, hingga Juli, Pemkot telah mendapat laporan sembilan kasus kekerasan terhadap anak.

Selama tiga tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pasuruan fluktuatif. Pada 2023, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan mendapatkan 32 laporan kasus kekerasan. Angka ini sempat turun menjadi 21 kasus pada 2024.

Namun pada 2025, laporan kekerasan anak kembali meningkat menjadi 40 kasus. Tahun ini, sampai Juli, DP3AKB telah mendapatkan laporan sembilan kasus. Mayoritas, laporan anak mengalami perundungan dari teman sebayanya.

Kepala DP3AKB Kota Pasuruan Sahari Putro mengatakan, kekerasan terhadap anak masih sering terjadi. Namun jika dilihat jumlah laporan sampai Juli 2026, cenderung menurun. Pihaknya berharap tidak meningkat di sisa 2026.

Kalau dibanding tahun lalu memang menurun. Tahun lalu, ada 40 kasus sampai akhir Desember," katanya.

Sahari mengatakan, kasus kekerasan ini didominasi perundungan dan kekerasan seksual. Korban dalam umur yang bervariasi. Dari jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama rawan menjadi korban.

Menurutnya, lingkungan pertemanan, paparan gawai, dan tontonan yang diperoleh oleh anak sangat memengaruhi kepribadian anak. Tidak jarang, anak menjadi pelaku kekerasan seksual karena ikut-ikutan temannya. Atau, bisa juga karena meniru tontonan yang dilihatnya di televisi atau di internet.

Karena itu, peran orang tua sangat krusial. Orang tua diminta rutin mengecek tontonan dalam gawai hingga lingkungan pertemanan. Dengan begitu, anak tidak terpengaruh lingkungan negatif. Menurutnya, korban perundungan sering memiliki pribadi pendiam.

Karena pendiam, jadi teman sebayanya menjahili. Tidak jarang korban tidak membalas. Jadi perundungan berlanjut," ujar mantan Kabag Pemerintahan ini.

DP3AKB rutin memberikan sosialisasi ke sekolah di Kota Pasuruan. Dengan harapan, siswa paham jenis-jenis kekerasan dan tanda-tandanya, sehingga tidak melakukan ke orang lain.

Kekersan yang dialami orang lain bisa menimbulkan trauma seumur hidup. Selalu kami sampaikan hormati lebih tua dan sayangi sesama," ujar Sahari. (riz/rud)

 

KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK DI KOTA PASURUAN

2023

32 Laporan

 

2024

21 Laporan

 

2025

40 Laporan

 

2026*

9 Laporan

 

*) Sampai Juli 2026

Sumber: DP3AKB Kota Pasuruan

Editor : Fahreza Nuraga
pemkot lingkungan ramah anak pasuruan