KEDOPOK, Radar Bromo-Aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedopok 004 di Jalan Mastrip, Gang Ukiran, Kelurahan/ Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, sempat dikeluhkan warga. Warga mengeluhkan bau tak sedap dan suara bising saat pencucian ompreng.
Kondisi itu membuat aktivitas SPPG Kedopok 004 mendapat perhatian Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Kota Probolinggo. GAPEMBI pun turun ke lokasi dan melakukan pemantauan.
Dewan Pakar GAPEMBI Kota Probolinggo Louis Hariona mengatakan, pengurus GAPEMBI telah mendatangi lokasi pada Rabu sore (19/8).
Di sini, pengurus melihat langsung kondisi lingkungan sekitar SPPG yang sebelumnya dikeluhkan warga. GAPEMBI, kata dia, tidak akan melindungi SPPG jika dalam pelaksanaannya ditemukan kesalahan.
”Fungsi dewan pakar salah satunya memastikan setiap dapur yang terlibat dalam program MBG dapat menjalankan kegiatan sesuai ketentuan. Kalau ada dapur yang salah, saya sendiri yang akan menegur dan dievaluasi untuk bisa diperbaiki,” kata Louis.
Dari pemantauan sementara, Louis mengakui masih ada SPPG di Kota Probolinggo yang membutuhkan sejumlah perbaikan.
Namun kekurangan tersebut belum masuk kategori pelanggaran terhadap persyaratan wajib Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk sementara memang ada SPPG yang perlu melakukan pembenahan. Namun kekurangannya masih bisa ditoleransi karena tidak masuk kategori pelanggaran persyaratan wajib BGN. Artinya masih aman,” terangnya.
Baca Juga: 67.257 Warga Kota Probolinggo Nikmati MBG, Dilayani oleh 34 SPPG
Ketua GAPEMBI Kota Probolinggo Nur Fathur mengatakan, hasil pemantauan di lokasi tidak menemukan bau di sekitar dapur.
Warga yang tinggal di sekitar SPPG juga menyatakan tidak terganggu dengan aktivitas dapur setelah operasional berjalan.
Namun pengelola tetap diminta melakukan evaluasi dan pembenahan. GAPEMBI memberikan masukan kepada Kepala SPPG untuk diteruskan kepada para relawan.
Mereka diminta mengurangi suara saat bekerja, baik ketika bercanda maupun saat mencuci ompreng.
”Kami menyikapi semua masukan dan untuk dievaluasi, kita lakukan perbaikan dan terus berbenah agar tidak terjadi di dapur SPPG yang lain,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi