Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Perbaikan Rel KA di Probolinggo, Catat Pelaksanannya

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:14 WIB
BAKAL DIBENAHI: Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 13 Jorongan-Leces dan JPL 32 Raya Malasan.yang akan diperbaiki. (Istimewa)
BAKAL DIBENAHI: Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 13 Jorongan-Leces dan JPL 32 Raya Malasan.yang akan diperbaiki. (Istimewa)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo - Pengguna jalan di Kabupaten Probolinggo perlu mengantisipasi perubahan arus lalu lintas mulai Kamis (20/8). Perbaikan geometri rel kereta api di dua perlintasan sebidang akan berlangsung bertahap hingga awal September dan berpotensi menimbulkan antrean kendaraan.

Perbaikan dilakukan di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 13 Jorongan-Leces dan JPL 32 Raya Malasan. Proyek pekerjaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut mencakup tahapan buka-tutup jalan hingga penutupan total pada waktu tertentu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap arus kendaraan.

“Karena ada beberapa tahapan sistem buka-tutup hingga penutupan jalan secara total, kami imbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas berlalu lintas pada jam-jam pekerjaan tersebut guna menghindari kemacetan,” kata Edy.

Di JPL 13 Jorongan-Leces, sistem buka-tutup diberlakukan pada 20-23 Agustus 2026, pukul 22.00-05.00.  Setelah itu, penutupan total dilakukan pada 24-25 Agustus dan 28 Agustus, pukul 02.30-06.00.

Jalan kembali dibuka normal pada 26-27 Agustus, sebelum pekerjaan dilanjutkan dengan tahap pemadatan hingga 2 September.

Sementara di JPL 32 Raya Malasan, penutupan total dijadwalkan pada 26 Agustus, pukul 03.30-05.00. Setelah penutupan, pekerjaan pemadatan jalan berlangsung hingga 1 September.

Pola penutupan pada waktu yang berbeda ini membuat pengguna jalan, terutama kendaraan berat, perlu menyesuaikan rute. Risiko penumpukan kendaraan tidak hanya terjadi di titik perlintasan, tetapi juga dapat menjalar ke jalur alternatif apabila pengalihan tidak diantisipasi sejak awal.

Untuk mengurangi beban lalu lintas di sekitar JPL 13, kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk dari arah Lumajang menuju Probolinggo dan Surabaya diarahkan melalui Jalan Sunan Ampel, Jalan Mastrip, atau menggunakan Tol Probolinggo Timur.

Sebaliknya, truk dari arah Surabaya menuju Lumajang disarankan menggunakan Tol Probolinggo Barat dan keluar melalui Tol Probolinggo Timur. Alternatif lainnya adalah melewati jalur dalam Kota Probolinggo.

Dishub bersama kepolisian menyiapkan pengaturan arus selama pekerjaan berlangsung. Namun, efektivitas rekayasa lalu lintas akan sangat bergantung pada kepatuhan pengendara terhadap pengalihan rute dan kemampuan petugas mengantisipasi kepadatan di jalur alternatif.

Edy bilang, perhatian khusus juga diberikan untuk kendaraan darurat, terutama ambulans, saat penutupan total berlangsung.

“Untuk penutupan total, seperti di JPL 32 Raya Malasan pada 26 Agustus pukul 03.30 sampai 05.00, arus lalu lintas dihentikan sementara. Namun, apabila terdapat ambulans darurat yang melintas, petugas konstruksi JPL sudah menyiapkan mekanisme khusus agar ambulans tetap bisa lewat,” ujarnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
perbaikan rel Leces rel kereta api jorongan PT KAI