PEMERINTAH Desa (Pemdes) Dungun, Kecamatan Tongas, terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Layanan tersebut menjadi salah satu upaya desa untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terpantau sejak usia balita hingga lanjut usia (lansia).
Kepala Desa Dungun, Muhammad Kasim mengatakan kegiatan posyandu digelar rutin setiap bulan di tiga dusun yang ada di Desa Dungun. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 780 kepala keluarga (KK), Pemdes berupaya agar pelayanan kesehatan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. “Posyandu ada yang untuk balita, remaja, ibu hamil, hingga lansia,” kata Kasim.
Ketua Kader Posyandu Desa Dungun, Suci Amelda Agustin menjelaskan pemeriksaan pada balita tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan, tetapi juga memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Sejumlah indikator diukur, antara lain berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala.
Menurutnya, pengukuran tersebut penting untuk mengetahui perkembangan anak sekaligus mendeteksi sejak dini apabila terdapat indikasi gangguan pertumbuhan maupun perkembangan.
“Sedangkan untuk ibu hamil juga kami cek apakah ada risiko stunting atau tidak. Untuk remaja biasanya ada pembinaan calon pengantin (catin), sedangkan remaja yang masih sekolah lebih banyak berkaitan dengan pencegahan anemia,” terang Suci.
Perhatian terhadap pemenuhan gizi masyarakat juga diwujudkan melalui program makan bergizi gratis (MBG). Di Desa Dungun, sebanyak 96 balita, 29 ibu menyusui, dan 15 ibu hamil menerima MBG setiap hari.
Suci menyebutkan, menu yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kalori penerima. Kader juga membuka ruang bagi penerima untuk menyampaikan apabila memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu sehingga menu dapat disesuaikan.
“Kalau ada yang alergi terhadap makanan bisa disampaikan dan akan diganti. Namun, sejauh ini di desa kami tidak ada yang alergi. Jadi semua menunya sesuai,” jelasnya.
Melalui pelayanan kesehatan yang dilakukan secara rutin dan pemenuhan gizi tersebut, Pemdes Dungun berharap kualitas kesehatan masyarakat dapat terus terjaga.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen desa untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan pemantauan kesehatan sejak dini.
Salurkan Bantuan Sosial hingga Dukung Pembangunan Koperasi
UPAYA meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Dungun, Kecamatan Tongas, tidak hanya dilakukan melalui sektor kesehatan. Pemerintah Desa (Pemdes) Dungun juga memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga yang membutuhkan sekaligus menyiapkan pengembangan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kepala Desa Dungun, Muhammad Kasim mengatakan tahun ini pihaknya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada satu warga yang dinilai benar-benar membutuhkan. Penerima merupakan seorang janda yang tinggal seorang diri dan tidak lagi mampu bekerja.
“Dia merupakan seorang janda yang tinggal sendirian. Tidak bisa bekerja. Harapan kami bantuan ini dapat membantu meringankan bebannya,” ujar Kasim.
Selain BLT DD, sebanyak 297 warga Desa Dungun juga menerima bantuan pangan (bapang) dari pemerintah pusat. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.
Kasim berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan di tengah pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Perhatian terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada 22 anak yatim piatu pada bulan Muharram lalu. Kegiatan tersebut dikemas bersama pengajian yang dihadiri ratusan warga.
Selain menjadi momentum berbagi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari selamatan desa. Warga bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan Desa Dungun beserta masyarakatnya.
“Acara ini juga menjadi ajang mempererat solidaritas dan kekompakan antarwarga,” jelas Kasim.
Di sektor ekonomi, Pemdes Dungun turut mendukung program pemerintah pusat melalui pembangunan KDKMP. Sebelum menentukan lokasi pembangunan, Pemdes terlebih dahulu menggelar musyawarah desa (musdes). Hasilnya, salah satu Tanah Kas Desa (TKD) dipilih sebagai lokasi pembangunan.
Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di tengah kawasan permukiman. Akses menuju lokasi juga relatif mudah karena berada di jalur yang menjadi jalan tembus menuju dua desa tetangga, yakni Desa Bayeman dan Desa Curah Dringu.
Kasim berharap keberadaan KDKMP nantinya tidak sekadar menjadi tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mampu menjadi penggerak perekonomian warga.
Koperasi tersebut direncanakan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai obat-obatan atau layanan apotek, pupuk, bahan pangan pokok, hingga menampung hasil pertanian dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga.
“Jadi, masyarakat yang hendak membeli obat tidak perlu jauh-jauh. Yang membutuhkan pupuk dan bahan makanan pokok juga demikian. Harganya diharapkan relatif lebih murah,” tuturnya.
KDKMP juga diarahkan untuk menyerap hasil pertanian masyarakat, seperti beras dan jagung. Hal tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik Desa Dungun yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
Tidak hanya hasil pertanian, berbagai produk UMKM warga juga akan diarahkan untuk masuk ke koperasi. Di antaranya keripik, sari kedelai, hingga produk olahan hasil laut seperti kerupuk ikan.
“Harapannya, KDKMP bisa menjadi wadah untuk memasarkan hasil pertanian maupun produk UMKM masyarakat. Dengan begitu, perputaran ekonomi bisa semakin terasa manfaatnya bagi warga Desa Dungun,” pungkas Kasim.
APBDES PEMERINTAH DESA DUNGUN TAHUN ANGGARAN 2026
PENDAPATAN
Pendapatan transfer : Rp 655.429.107,00
Pendapatan lain-lain : Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN : Rp 655.429.107,00
BELANJA
Belanja pegawai : Rp 290.895.120,00
Belanja barang dan jasa : Rp 296.353.710,25
Belanja modal : Rp 60.800.000,00
Belanja tidak terduga : Rp 11.262.086,62
JUMLAH BELANJA : Rp 659.310.916,87
SURPLUS (DEFISIT) : Rp (3.881.809,87)
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan : Rp 3.881.809,87
SILPA tahun sebelumnya : Rp 3.881.809,87
Pembiayaan Netto : Rp 3.881.809,87
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN : Rp 0,00
(gus/fun/*)
Editor : Abdul Wahid