KESERIUSAN Pemkot Probolinggo dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sekaligus penguatan inovasi pembelajaran memang tak main-main.
Rabu (19/8), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menggelar “Improving Teacher Capacity Through Lesson Study and Robotics Workshop.”
Kegiatan ini digelar berkat kerja sama dengan CRICED Universitas Tsukuba, Tokyo, Jepang; bersama lembaga yang terafiliasi di Asia Pasific yakni Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) dan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for QITEP ini Mathematics (SEAQiM).
Mereka pun kedatangan pakar matematika dunia yakni Prof. Masami Isoda dari CRICED University Tsubaka, Tokyo.
Kehadiran Prof. Masami Isoda dan tim 3 guru disambut hangat Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. Tampak hadir Direktur SEAMOLEC Dipl. Ing. (BA) Cahya Kusuma Ratih, M,T.; Direktur SEAQiM Dr. Sri Wulandari Danoebroto; Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setiorini Sayekti, SKM., M.Si.; dan Korwas Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd.
Dalam sambutannya, Wali Kota Dokter Aminuddin mengatakan, kehadiran Prof. Masami Isoda menjadi momentum berharga bagi Kota Probolinggo untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman langsung bagaimana metode pembelajaran yang dikembangkan di Jepang.
“Di Jepang, kualitas pendidikannya sudah tidak diragukan. Anak-anak yang lulus sekolah setingkat SMA saja sudah bisa langsung kerja,” ungkap Wali Kota.
“Inilah bagian upaya kami untuk meningkatkan sistem pendidikan literasi, numerasi, sekaligus pengembangan IT bagi anak-anak Kota Probolinggo. Kami bersyukur, Kota Probolinggo kedatangan ahlinya, pakar matematika dunia dari Jepang,” imbuh Wali Kota disambut aplaus hadirin.
Kegiatan ini digelar dua hari, Rabu-Kamis (19-20/8). Hari pertama, berlangsung di Ruang Bale Hinggil, Kota Probolinggo.
Usai seremonial pembukaan, kegiatan disusul dengan Lesson Study yang disajikan dalam 3 sesi berbeda. Sesi pertama, diikuti 20 siswa kelas I-II.
Di sesi kedua, ada 20 siswa dari kelas III-IV. Sedangkan, sesi 3 diikuti 20 siswa kelas VI. Masing-masing sesi hadir dengan 2 guru pendamping.
Selain diikuti oleh siswa, para guru kelas V dan VI di Kota Probolinggo juga dilibatkan untuk mengikuti Lesson Study. Total ada 86 guru. Ada juga perwakilan kepala sekolah yang tergabung dalam K3S Kota Probolinggo.
Prof. Masami Isoda menyampaikan, selama Lesson Study, para guru bukan hanya diperbolehkan menyimak, mengamati, dan mengobservasi langsung bagaimana pengajar dari Jepang ini memberikan pembelajaran matematika yang menyenangkan.
Namun juga pengembangan kemampuan berpikir matematis, dasar-dasar berpikir logis, dan kritis bagi siswa.
Usai Lesson Study, guru dan tenaga kependidikan juga mendapatkan lokakarya tentang cara membaca dan menggunakan buku teks dalam penyusunan RPP. Dilanjutkan tema tentang Optimalisasi Pemanfaatan Buku Teks.
Pada hari kedua, Kamis (20/8), Lesson Study akan digelar di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdikbud, Kota Probolinggo. Pesertanya, 40 orang yang merupakan para guru SMP/TIK/Robotik negeri/swasta se-Kota Probolinggo.
Di sesi pertama, para peserta bakal mendapatkan pemahaman bagaimana implementasi pembelajaran komputasi/robotik sebagai tahapan implementasi pembelajaran. Di sesi kedua, implementasi pembelajaran berkembang pada metode dan strategi pengajaran.
“Di Kota Probolinggo, SEAMOLEC ini kami punya ekspertis di pemanfaatan ekologi, sedangkan SEAQiM lebih pembelajaran matematika. Sebenarnya, ini bisa kita kembangkan lebih banyak lagi. Kegiatan ini memang intervensinya ke guru tapi hasil output-nya harus sampai ke siswa. Dan, yang lebih penting kegiatan ini jadi embrio perubahan baik untuk membangun proses berpikir siswa. Inilah yang paling fundamental dan terus kita tularkan ke kota/kabuPaten lainnya,” ungkap Direktur SEAMOLEC Cahya.
Direktur SEAQiM Wulan berharap setelah mengikuti Lesson Study dan lokakarya, para guru di Kota Probolinggo mendapatkan inspirasi.
“Guru-guru Jepang mengajarkan matematika secara bermakna, menyenangkan, berkesadaran. Inilah yang menjadi prinsip pembelajaran mendalam. Harapannya, model pembelajaran ini bisa diterapkan dikelas masing-masing. Selanjutnya, kami SEAQiM maupun SEAMOLEC akan terus bersinergi memberikan bimbingan berkelanjutan untuk kota Probolinggo.
Kepala Disdikbud Kota probolinggo Setiorini mengungkapkan, sejatinya kegiatan ini sudah diinisiasi di beberapa kota besar di Indonesia.
“Karena tatanan di tingkat kota/kabupaten belum ada, kami terus memperkuat komitmen, mulai dari perecanaan, kesiapan SDM, hingga penganggaran. Alhamdulillah, difasilitasi oleh Kemendikdasmen RI dihubungkan juga dengan SEAMOLEC, juga dengan SEAQiM, akhirnya kota Probolinggo jadi tujuan pilot project untuk di tingkat kota/kabupaten di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan kolaboratif ini bertujuan meningkatkan kapasitas dari semua tenaga kependidikan output-nya akan diukur dengan raport pendidikan. “Ini akan kami evaluasi capaian seperti apa. Ini semua tentu terus kami lakukan secara berkelanjutan untuk peningkatan kualitas anak didik di kota Probolinggo,” ujar Rini. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi