KANIGARAN, Radar Bromo - Geometri jalan rel kereta api (KA) di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 13 Jorongan-Leces dan JPL 32 Jalan Raya Malasan-Probolinggo, mengalami penurunan track dan akumulasi material halus. Kondisi ini perlu segera diperbaiki demi menjaga kestabilan rel dan kenyamanan pengguna jalan.
Selama perbaikan dua titik JPL itu, akan dilakukan penutupan jalan. Penutupan perlu dilakukan, terutama pada dini hari. Karena terdapat tahapan pekerjaan yang membutuhkan seluruh area perlintasan sebagai ruang kerja. Mengingat diperlukan pengangkatan rel lama dan pemasangan perangkat rel R.54 baru.
Demi keselamatan pekerja maupun pengguna jalan, kondisi itu membuat kendaraan tidak dapat melintas secara bersamaan.
“Kami mohon masyarakat memahami kebutuhan tersebut dan tidak menerobos area pekerjaan. Pengaturan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, agar pekerjaan dapat berlangsung aman dengan tetap memperhatikan perjalanan kereta api,” ujar Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widia, Selasa (18/8).
Cahyo menerangkan, perbaikan geometri jalan rel di JPL 13 Jorongan–Leces dan JPL 32 Jalan Raya Malasan, dilakukan untuk menjaga kestabilan geometri dan keandalan prasarana. Serta, memastikan posisi dan kestabilan jalan rel tetap terjaga.
“Khusus JPL Nomor 13, ditemukan penurunan track, akumulasi material halus pada balas yang mengurangi kemampuan drainase, serta permukaan aspal yang retak dan bergelombang. Semua itu akibat beban kendaraan berat dan getaran dinamis, sehingga perbaikan geometri itu merupakan langkah preventif untuk menjaga keandalan infrastruktur,” terangnya.
Untuk JPL 13 Jorongan-Leces, PT KAI menggunakan beton CLC sebagai bagian dari perbaikan struktur perlintasan. Teknologi ini menjadi alternatif material konvensional, seperti aspal, kayu, atau pelat baja yang lebih cepat rusak akibat beban berat dan getaran.
Beton CLC menggunakan sistem modular dan knock-down, sehingga dapat dipasang maupun dibongkar per segmen untuk memudahkan pemeliharaan. Pekerjaan JPL 13 juga mencakup penggantian rel R54 sepanjang 13 meter, pemasangan bantalan CLC, balas kricak baru sebanyak 21 meter kubik, perbaikan drainase, serta pekerjaan angkat-listring dan pemadatan untuk mengembalikan geometri jalan rel.
Sedangkan di JPL 32 Jalan Raya Malasan, kata Cahyo, dilakukan perbaikan geometri mencakup pengerasan dan perbaikan permukaan menggunakan aspal. Serta, penggantian rel R54 yang menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan struktur jalan rel di area perlintasan.
“Setiap perlintasan memiliki kondisi dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Karena itu, metode perbaikannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan teknis di masing-masing lokasi,” terang Cahyo.
Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diimbau menggunakan jalur alternatif. Menurut Cahyo, khusus JPL 13, pengendara roda dua dapat menggunakan jalur alternatif melalui JPL 14. Sedangkan, pengendara roda empat dan lebih dapat menggunakan jalur alternatif melalui jalan tol maupun jalur non-tol sesuai pengaturan di lapangan.
“Masyarakat jangan menerobos barikade atau memaksakan diri melintasi area pekerjaan. Kami berharap masyarakat bersabar, mengikuti arahan petugas, dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Dukungan masyarakat sangat penting agar pekerjaan berjalan aman dan selesai sesuai target,” ujar Cahyo. (mas/rud)
JADWAL PERBAIKAN-PENUTUPAN LALU LINTAS
JPL 13 JORONGAN–LECES
20–23 Agustus 2026
Pekerjaan dengan sistem buka-tutup lalu lintas, mulai pukul 22.00–05.00.
24–25 Agustus 2026
Pekerjaan dengan penutupan total, estimasi pukul 02.30–06.00.
26–27 Agustus 2026
Pekerjaan dilanjutkan dan lalu lintas dibuka normal sesuai tahapan pekerjaan.
28 Agustus 2026
Penutupan total, estimasi pukul 02.30–06.00.
29 Agustus–2 September 2026
Pemadatan, penstabilan, dan penyelesaian pekerjaan.
JPL 32 JALAN RAYA MALASAN
26 Agustus 2026
Penutupan total, estimasi pukul 03.30–05.00.
27 Agustus–1 September 2026
Pemadatan, penstabilan, dan penyelesaian pekerjaan.