MAYANGAN, Radar Bromo - Di Kota Probolinggo, sejumlah 10 bayi lahir bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026. Dari 10 bayi itu, hanya satu bayi yang lahir secara alami. Sedangkan, sembilan bayi lainnya lahir melalui proses Caesar.
Selasa (18/8) bayi-bayi itu ditilik langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Tidak hanya mendapatkan bingkisan, bayi langsung mendapatkan akta kelahiran hingga Kartu Identitas Anak (KIA).
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kota Probolinggo Intan Sudarmadi mengatakan, ibu yang melahirkan pada hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, ada 10 orang. Sembilan ibu melahirkan di rumah sakit bersalin dan seorang ibu melahirkan secara alami di Bidan Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan.
“Bayi yang lahir di bidan saat 17 Agustus kemarin hanya satu. Alhamdulillah, semua bayi yang lahir selamat dan sehat semua, termasuk ibunya,” ujarnya.
Aminuddin juga memastikan sejumlah 10 bayi yang lahir pada hari Kemerdekaan 17 Agustus, kondisi sehat. Baik si bayi maupun sang ibu. Ia mengatakan, upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kota Probolinggo terus dilakukan.
Kunjungan terhadap bayi yang lahir pada 17 Agustus, kata Aminuddin, sebagai bentuk perhatian di momen hari Kemerdekaan RI, dengan memberikan tali asih. “Satu bayi lahir di RSUD dr. Muhamad Saleh, enam bayi lahir di Rumah Sakit Umum Amanah, dua bayi lahir di RSIA Muhamadiah, dan satu lagi di bidan,” terangnya.
Rendi, orang tua salah satu bayi yang lahir pada hari kemerdekaan mengaku, awalnya menginginkan putranya lahir pada 25 Agustus. Bertepatan dengan 12 Robiul Awal atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun Allah SWT berkehendak lain. Putranya lahir tepat pada 17 Agustus, melalui proses persalinan Caesar.
Menurutnya, ada indikasi kepala bayi miring dan air ketuban keruh. “Alhamdulillah, terpenting anak saya lahir dengan selamat dan sehat. Tak menyangka juga bisa lahir tepat pada hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus,” ujar warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, ini. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga