Infrastruktur di Desa Tongas Wetan Semakin Mempermudah Akses Warga dan Petani

Inneke Agustin • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:00 WIB
IKONIK: Tampak depan Kantor Desa Tongas Wetan yang bernuansa Kerajaan Majapahit. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
IKONIK: Tampak depan Kantor Desa Tongas Wetan yang bernuansa Kerajaan Majapahit. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

PEMERINTAH Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan mobilitas masyarakat melalui pembangunan infrastruktur. Salah satunya dengan melakukan pavingisasi di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya masih berupa tanah maupun jalan makadam.

Desa yang dipimpin Kasan Nurhadi ini punya sejumlah pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan di beberapa titik menggunakan dukungan dana Bantuan Keuangan (BK) serta Dana Desa (DD). Pavingisasi di antaranya menyasar Dusun Krajan RT 13 dan RT 15/RW 06.

Sekretaris Desa Tongas Wetan, Sunari, mengatakan sebelum dipaving, kondisi jalan di kawasan tersebut masih berupa tanah. Saat musim hujan, jalan menjadi licin, becek, dan lengket sehingga menyulitkan warga yang melintas.

Padahal, ruas tersebut memiliki peran penting karena menjadi jalan tembus yang menghubungkan Desa Tongas Wetan dengan Desa Tongas Kulon. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jalan tersebut juga menjadi akses menuju lahan pertanian warga.

“Banyak warga yang melintasi jalan ini. Ada yang hendak ke rumah warga dan ada juga yang menuju lahan pertanian karena di lokasi tersebut juga terdapat sawah,” terang Sunari.

Setelah dilakukan pavingisasi, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Jalan yang sebelumnya becek ketika hujan kini dapat dilintasi dengan lebih nyaman, termasuk oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perbaikan tersebut juga memberikan manfaat bagi petani. Kendaraan pengangkut hasil pertanian kini lebih mudah masuk ke kawasan tersebut sehingga proses membawa hasil panen menjadi lebih efisien.

“Sekarang sudah tidak becek lagi. Warga yang mengangkut hasil pertanian juga lebih mudah karena jalan bisa dilintasi roda dua hingga roda empat. Ini dapat menghemat biaya dan tenaga angkut,” ujarnya.

Pembangunan serupa juga dilakukan di Dusun Curah Pondok, tepatnya di RT 29/RW 11 dan RT 26/RW 10. Sebelum diperbaiki, ruas jalan tersebut masih berupa jalan makadam dengan kondisi yang sudah mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut dinilai cukup menghambat mobilitas masyarakat. Karena itu, pemerintah desa melakukan pavingisasi agar akses warga menjadi lebih aman, nyaman, dan mudah dilalui.

“Oleh karena itu, kami lakukan pavingisasi untuk mempermudah akses masyarakat agar nyaman ketika melintas di sini,” jelas Sunari.

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemdes Tongas Wetan dalam menghadirkan fasilitas yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari serta perekonomian warga. 

TERBANGUN: Bendahara Desa Tongas Wetan, Jijin Giharsusi saat di depan gedung KDKMP milik Desa Tongas Wetan. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
TERBANGUN: Bendahara Desa Tongas Wetan, Jijin Giharsusi saat di depan gedung KDKMP milik Desa Tongas Wetan. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

Bangun Koperasi hingga Rawat Tradisi, Perkuat Kebersamaan Warga

Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas juga mengembangkan berbagai program nonfisik yang menyentuh aspek pelayanan, perekonomian, budaya, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Bendahara Desa Tongas Wetan, Jijin Giharsusi mengatakan, salah satu pembangunan yang dilakukan adalah mempercantik pagar dan gapura kantor desa. Bangunan tersebut kini mengusung konsep bernuansa Kerajaan Majapahit dengan penggunaan bata ekspose.

Menurutnya, penataan tersebut tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan kantor desa. Ke depan, tampilan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu identitas sekaligus ikon Desa Tongas Wetan. “Selain dari segi estetika, ini juga nantinya dapat menjadi ikon desa kami,” katanya.

Pemdes Tongas Wetan juga memberikan dukungan terhadap pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebelum menentukan pembangunan, pemerintah desa terlebih dahulu melakukan musyawarah untuk membahas lokasi dan kebutuhan masyarakat.

NYAMAN: Bendahara Desa Tongas Wetan, Jijin Giharsusi saat melintasi ruas jalan di Dusun Krajan yang telah dilakukan pavingisasi. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
NYAMAN: Bendahara Desa Tongas Wetan, Jijin Giharsusi saat melintasi ruas jalan di Dusun Krajan yang telah dilakukan pavingisasi. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

Hasilnya, bangunan koperasi didirikan di Dusun Krajan, tepatnya di kawasan yang bersebelahan dengan kantor desa. Lahan yang digunakan merupakan tanah kas desa dengan akses jalan yang cukup luas sehingga diharapkan mudah dijangkau masyarakat.

Jijin menambahkan, keberadaan koperasi tersebut nantinya diharapkan dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok. Di antaranya sembako, obat-obatan, hingga pupuk untuk menunjang kebutuhan pertanian.

“Ke depannya koperasi ini akan melayani kebutuhan masyarakat seperti sembako, obat-obatan, dan pupuk. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk membeli kebutuhan tersebut,” ungkapnya.

Di bidang sosial dan budaya, Pemdes Tongas Wetan juga tetap mempertahankan berbagai tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun. Salah satunya selamatan desa yang rutin digelar setiap tahun.

SOLIDARITAS: Pemerintah Desa Tongas Wetan beserta sejumlah warga saat menggelar selamatan desa tahun ini. (Foto: Pemdes Tongas Wetan for Jawa Pos Radar Bromo)
SOLIDARITAS: Pemerintah Desa Tongas Wetan beserta sejumlah warga saat menggelar selamatan desa tahun ini. (Foto: Pemdes Tongas Wetan for Jawa Pos Radar Bromo)

Tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan Muharram. Selain menjadi momentum doa bersama untuk keselamatan desa, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada 15 anak yatim.

“Kami berdoa bersama di pendapa desa sambil membawa tumpeng. Kami berharap desa ini aman, tenteram, dan masyarakatnya sejahtera. Tak lupa kami juga mengundang 15 anak yatim untuk diberikan santunan,” jelas Jijin.

Kegiatan keagamaan juga dilakukan melalui yasinan rutin di Dam Kali Perawan. Bagi masyarakat setempat, lokasi tersebut dipercaya memiliki nilai sakral. Karena itu, doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar warga untuk memohon keselamatan dan terhindar dari berbagai bala.

Kebersamaan warga juga terus dirawat melalui kegiatan tasyakuran menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Pada malam 17 Agustus, warga berkumpul untuk berdoa bersama sebelum menikmati tumpeng secara bersama-sama.

Selain memperingati momentum kemerdekaan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. “Kami juga menggelar tasyakuran di malam 17 Agustusan. Ada tumpeng, kemudian setelah berdoa bersama kami makan bersama. Ini untuk meningkatkan solidaritas warga,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan tersebut akan kembali diwujudkan melalui karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus mendatang. Kegiatan akan mengambil rute dari Dusun Kapasan hingga Dusun Krajan.

Karnaval diperkirakan diikuti 11 peserta yang mewakili dusun-dusun di Desa Tongas Wetan. Masing-masing peserta akan menampilkan beragam potensi budaya dan kreativitas masyarakat.

Jijin mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kekayaan budaya desa. Bahkan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, salah satu peserta berhasil tampil hingga tingkat Kabupaten Probolinggo.

“Mereka akan mempersembahkan kebudayaan. Tahun lalu salah satu peserta kami bahkan ada yang sampai tampil di tingkat kabupaten karena penampilan Tari Gandrung yang bagus,” pungkasnya.

Rangkaian pembangunan fisik, penguatan ekonomi, serta kegiatan sosial dan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya Pemdes Tongas Wetan membangun desa secara menyeluruh. Tidak hanya memperbaiki akses dan fasilitas, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menjaga tradisi dan kebersamaan masyarakat. (gus/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
transparansi desa Kopdes probolinggo kecamatan tongas desa tongas wetan