Pengendara Turun, Beri Hormat Merah Putih di Simpang Empat Brak Probolinggo

Inneke Agustin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:48 WIB
KHIDMAT: Sejumlah pengendara tampak berhenti di Simpang Empat Brak Kota Probolinggo, untuk memperingati Detik-Detik Proklamasi, Senin (17/8). (POLRES PROBOLINGGO KOTA for Jawa Pos Radar Bromo)
KHIDMAT: Sejumlah pengendara tampak berhenti di Simpang Empat Brak Kota Probolinggo, untuk memperingati Detik-Detik Proklamasi, Senin (17/8). (POLRES PROBOLINGGO KOTA for Jawa Pos Radar Bromo)

PROBOLIGGO, Radar Bromo- Sejumlah pengendara yang melintas di Persimpangan Traffic Light Brak, Kota Probolinggo, mendadak distop. Arus kendaraan dari empat penjuru berhenrti sejenak dan turund dari kendaraan. Senin (17/8), mereka bersama-sama memperingati Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tepat pukul 10.17, saat detik-detik Proklamasi diperingati, anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota mengomandoi para pengguna jalan untuk berhenti dan berdiri tegak. Personel membentangkan bendera Merah Putih di tengah persimpangan.

Para pengendara yang sebelumnya memadati jalan, kemudian berdiri di sisi kendaraan masing-masing. Mereka memberikan penghormatan kepada Merah Putih dengan khidmat. Suasana lalu lintas yang biasanya ramai seketika berubah hening selama sekitar tiga menit.

Setelah prosesi penghormatan selesai, para pengendara kembali menaiki kendaraannya dan melanjutkan perjalanan. Arus lalu lintas pun kembali berjalan seperti biasa.

Plt Kasihumas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengatakan, kegiatan ini berlangsung aman, lancar, dan khidmat. Simpang Empat Brak dipilih karena merupakan salah satu titik strategis pertemuan arus kendaraan, termasuk jalur yang menghubungkan kendaraan dari arah Surabaya menuju Banyuwangi maupun sebaliknya.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk sejenak menghentikan aktivitas dan bersama-sama memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pahlawan,” ujarnya.

Menurut Zainullah, penghormatan di tengah jalan tersebut bukan sekadar menghentikan arus kendaraan. Kegiatan ini menjadi cara sederhana untuk mengajak masyarakat kembali menghayati makna kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan.

Aksi ini mendapat respons positif dari pengguna jalan. Salah satunya Andri, 30, warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Ia mengaku bangga dapat ikut memberikan penghormatan kepada Merah Putih bersama keluarganya meski sedang berada di tengah perjalanan.

“Bangga bisa ikut. Meski hanya beberapa menit di jalan, rasanya tetap berbeda ketika bersama-sama berhenti dan memberikan hormat kepada Merah Putih,” katanya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
detik-detik proklamasi hut kemerdekaan republik indonesia