MAYANGAN, Radar Bromo - Puluhan peserta Upacara Pengibaran Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Kota Probolinggo, tumbang. Mereka tidak kuat panas dan terlalu lama berdiri.
Puluhan peserta inipun harus mendapatan penanganan medis dari tim tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga di belakang barisan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, peserta upacara yang tumbang berstatus pelajar, baik SMP maupun SMA.
Sekitar 6 peserta laki dan 14 peserta perempuan. Bahkan, salah satu peserta memutuskan pulang lebih awal bersama keluarganya.
Mereka yang tumbang atau tidak kuat mengikuti upacara langsung mengambil langkah ke belakang dan istirahat di tempat yang sudah disiapkan tim medis.
Nakes juga langsung melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan obat, hingga bantuan oksigen bagi peserta yang memiliki riwayat sesak.
Salah seorang nakes Lia Wurya Sari mengatakan, peserta upacara yang merasa pusing dan tidak kuat, langsung berjalan ke belakang dan istirahat.
Pihaknya juga langsung memberikan penanganan medis, termasuk memberikan obat-obatan. Syukur kondisi mereka yang sempat lemas, pusing, sudah berangsur membaik.
“Peserta yang tidak kuat sebagian ada yagn sudah sarapan, sebagian belum sarapan. Keluhan pusing dan tidak kuat. Mungkin tidak biasa berdiri lama,” ujarnya.
Dalam prosesi upacara, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, bertindak sebagai inspektur. Ia mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali nasionalisme dan optimisme masyarakat.
Semangat ini harus diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, serta kontribusi positif seluruh masyarakat dalam pembangunan daerah.
Semangat kemerdekaan harus terus dijaga. Ia juga mengajak mengisi kemerdekaan dengan karya, persatuan, dan kepedulian, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
“Saya mendorong warga untuk memperkuat semangat dalam mengisi kemerdekaan demi mewujudkan keadilan dan kemakmuran yang merata. Kita juga perlu memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung visi Pemerintah Pusat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga