Sementara Aman dari Rob, Satpolairud Polres Pasuruan Tetap Minta Waspadai Pasang Maksimum

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:40 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Warga yang tinggal di kawasan pesisir Pasuruan, boleh bernapas lega. Banjir rob yang diprediksi terjadi pada periode pasang maksimum pada 10-15 Agustus 2026, ternyata tidak terjadi. Namun, warga tetap diminta waspada.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno mengatakan, berdasarkan pemantauan tidak terjadi kenaikan air laut yang signifikan, seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Kemarin tidak terjadi (kenaikan air laut). Walaupun ada peringatan dari BMKG Perak, namun tidak ada kenaikan,” ujarnya, Senin (17/8).

Meski kondisi di lapangan aman, kepolisian tetap melakukan langkah antisipasi. Mengimbau masyarakat untuk terus mengantisipasi bila terjadi perubahan kondisi laut secara tiba-tiba.

Sesuai dengan prediksi, pihak kepolisian tetap memberikan imbauan,” ujarnya.

Sebelumnya, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya mengingatkan potensi pasang air laut maksimum di sejumlah pesisir Jawa Timur pada 10-15 Agustus 2026. Pasuruan termasuk kawasan pesisir yang perlu mewaspadai fenomena tersebut.

Fenomena pasang maksimum ini berkaitan dengan kondisi astronomis yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut. Dalam peringatannya, BMKG menyatakan, ketinggian pasang maksimum disebut dapat mencapai sekitar 120–140 sentimeter dari rata-rata muka air laut.

Kenaikan muka air laut ini berpotensi menyebabkan banjir rob. Khususnya di kawasan pesisir dengan elevasi rendah. Genangan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, hingga kegiatan bongkar muat.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi sebelumnya mengimbau masyarakat pesisir tetap memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan air laut.

“Pasang maksimum ini berpotensi menimbulkan banjir rob. Terutama di kawasan pesisir yang rendah. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari,” ujar Rendy.

Khusus di Pasuruan, meski kenaikan air laut yang dikhawatirkan tidak terjadi, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan peringatan dini. Sebab, kondisi laut dan cuaca dapat berubah, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
rob pasuruan Pasang polairud polres