Karhutla Bromo Mulai Terkendali, Kapan Wisata Bromo Kembali Dibuka? Begini Penjelasan Danrem 083

Inneke Agustin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:50 WIB
MEMANTAU: Petugas gabungan dari BPBD Jatim memantau kondisi wisata Bromo dari Bukit KIngkong, Kecamatan Tosari,
Kabupaten Pasuruan. Sejauh ini, Bromo dinyatakan aman. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MEMANTAU: Petugas gabungan dari BPBD Jatim memantau kondisi wisata Bromo dari Bukit KIngkong, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Sejauh ini, Bromo dinyatakan aman. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

SUKAPURA, Radar Bromo- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memang sudah padam. Namun, operasi darat dan udara terus dilakukan secara intensif.

Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan selaku Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj menegaskan, sampai saat ini tidak ada wisatawan yang memasuki kawasan yang masih menjadi wilayah penanganan Karhutla.

Akses menuju wisata Bromo tetap diperketat melalui pos-pos pengamanan. Sementara masyarakat atau penduduk lokal yang berkepentingan tetap mendapatkan pengawasan.

“Pembukaan kembali kawasan wisata Bromo akan dilakukan setelah dipastikan tidak ditemukan titik asap maupun titik api dalam beberapa hari ke depan,” terangnya saat memimpin rapat evaluasi penanganan Karhutla, (15/8).

Rapat evaluasi itu dilaksanakan secara luring dan daring dengan melibatkan unsur Satgas Penanganan Karhutla serta instansi terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain staf Satgas, Dandim 0820/Probolinggo, Dandim 0819/Pasuruan, Waka Polres Probolinggo, pengelola TNBTS, BPBD Probolinggo, dan BMKG Juanda.

Wahyu mengatakan, pihaknya akan melihat perkembangan dalam dua sampai tiga hari ke depan untuk menentukan kapan kawasan wisata Bromo dibuka kembali.

Menurutnya, Satgas akan meminta masukan dari seluruh pihak terkait dan selanjutnya memberikan rekomendasi kepada pengelola TNBTS.

Baca Juga: Karhutla Bromo, Titik Api Sempat Muncul Lagi di Pusung Lingker, Perketat Pendinginan

Di sisi lain menurut Wahyu, operasi darat tetap dilanjutkan untuk memastikan seluruh area yang sebelumnya terbakar benar-benar aman dan tidak menyisakan bara maupun titik api.

Sasaran utama operasi darat yaitu wilayah Pusung Duwur  di Sukapura, Kabupaten Probolinggo dan Pakis Bincil di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

“Pada hari ini (kemarin, red), personel operasi darat melaksanakan kegiatan pemadaman dan pembasahan, khususnya di wilayah Pakis Bincil. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api akibat bara yang masih tersisa di dalam kawasan terdampak,” lanjutnya.

Selain operasi darat, pemantauan udara juga terus dilakukan. Dua unit helikopter Super Puma dan Air Base disiagakan untuk mendukung pembasahan dari udara, apabila berdasarkan hasil pemantauan ditemukan titik yang memiliki potensi bara api.

Pemantauan menggunakan drone Pusgesos juga tetap dilaksanakan secara berkala. Tujuannya, mendeteksi secara dini keberadaan titik panas, asap, maupun potensi bara api di kawasan terdampak.

Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar bagi Satgas dalam menentukan sasaran operasi darat maupun kebutuhan pembasahan dari udara.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa. Operasi darat, pemantauan drone, maupun kesiapsiagaan dukungan udara tetap kita laksanakan. Keselamatan masyarakat, wisatawan, personel, serta kelestarian kawasan TNBTS menjadi perhatian utama,” tegasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
kapan bromo dibuka kebakaran hutan Karhutla Bromo wisata bromo tnbts