DRINGU, Radar Bromo- Realisasi retribusi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo masih minim. Sampai Juli, baru mencapai 38,20 persen dari target yang telah ditetapkan.
Tahun ini, RPH di Kabupaten Probolinggo ditarget bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Rp 200.430.000. Namun sampai Juli, baru terealisasi Rp 76.560.000 atau 38,20 persen.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, perolehan retribusi RPH menjadi perhatian serius. Sebab, target retribusi yang harus diperoleh cukup besar.
Karena itu, capaian retribusi perlu dievaluasi secara berkala. Harapannya, perolehan retribusi sesuai rencana. “Tahun ini memang agak berat. Target retribusi lebih besar dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Nikolas mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan perolehan retribusi masih minim. Salah satunya tingginya target yang harus dicapai, sementara tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat terhadap daging masih rendah. Konsumsi masyarakat pada kebutuhan daging mengalami penurunan.
Juga masih ada masyarakat atau pelaku usaha yang memotong hewan di luar RPH. Kondisi ini membuat RPH menjadi lesu, pengguna jasa pemotongan hewan pun rendah.
“Dari evaluasi yang telah dilakukan, kami upayakan perbaikan. Harapannya bisa lebih baik,” bebernya.
Nikolas mengatakan, untuk mencapai target retribusi yang telah ditetapkan, pihaknya melakukan beberapa langkah strategis. Mulai dari peningkatan kualitas dan layanan pemotongan hewan. Pengawasan dan sosialisasi pada pelaku usaha yang masih melakukan pemotongan hewan di luar RPH.
“Perbaikan sarana dan prasarana. Serta peningkatan SDM pengelola RPH terus kami lakukan,” ujarnya.
Minimnya perolehan retribusi itu, sejalan dengan jumlah ternak yang dipotong di RPH. Sampai Juli 2026, baru ada 2.973 ekor hewan yang dipotong di RPH. Masih jauh dari harapan. Selama satu semester seharusnya sudah dapat memotong 3.000 hewan. Jika melewati bulan yang direncanakan, maka beban target akan semakin berat.
“Setiap tahunnya rata-rata ada sekitar 6.000 hewan yang dipotong di RPH. Namun karena tahun ini target naik, maka jumlah hewan yang dipotong harus lebih dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Nikolas. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga