Rumah Warga Sukabumi-Probolinggo Dilalap Api, Rumah-Dokumen Penting Ludes

Inneke Agustin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 11:44 WIB
TERBAKAR: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo memadamkan api di rumah Sulistiorini, di Jalan Anggrek, Kota Probolinggo, Sabtu (15/8) malam. (DAMKAR SATPOL PP KOTA PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
TERBAKAR: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo memadamkan api di rumah Sulistiorini, di Jalan Anggrek, Kota Probolinggo, Sabtu (15/8) malam. (DAMKAR SATPOL PP KOTA PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

MAYANGAN, Radar Bromo- Bencana kebakaran masih menghantui warga Kota Probolinggo. Sabtu (15/8) malam, api melalap rumah warga di Jalan Anggrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Sulistiorini, 53. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Saat kejadian, Sulistiorini sedang berada di luar rumah. Di rumah hanya ada adiknya, Bayu Mangkurat, 36. Syukur berhasil menyelamatkan diri, sehingga tidak ada korban jiwa.

Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Bima Nur Dianto mengatakan, api diduga kali pertama muncul dari salah satu kamar. Kobaran api membesar dan merambat ke sejumlah ruangan lain.

“Mulai dari ruang tamu, kamar tidur, ruang keluarga, dan dapur," katanya.

Ganasnya amukan si jago merah membuat sejumlah perabot rumah tangga ikut terbakar. Di antaranya, ada sofa, perlengkapan dapur, hingga tempat tidur. Satu unit sepeda motor Honda Mio juga tidak luput dari kobaran api. Sejumlah dokumen penting milik korban turut hangus. Di antaranya, ada kartu keluarga, sertifikat, dan ijazah.

Bima mengatakan, bahwa kobaran api juga menyebabkan sebagian atap rumah runtuh. Namun bangunan warung yang berada di bagian depan rumah masih dapat diselamatkan.

"Jadi teras depan dan warungnya selamat," ujarnya.

Petugas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Yoga mengatakan, kebakaran dilaporkan ke Damkar Kota Probolinggo sekitar pukul 18.12. Mendapat laporan itu, petugas langsung menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit fire truck.

“Sesampai di sana, sejumlah warga telah bergotong royong berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun belum maksimal. Kami langsung melakukan penyemprotan dan dilanjutkan pendinginan," jelasnya.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 19.35. Menurut Yoga, petugas tidak menemui kendala berarti selama proses penanganan kebakaran.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tegasnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Probolinggo Yudha Arisandi mengatakan, pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik.

Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi dapur. Gas elpiji kompor sedang habis, sehingga kebakaran dinilai tidak memungkinkan berasal dari aktivitas memasak.

“Kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta," jelasnya.

BPBD juga telah menyalurkan bantuan awal kepada korban. Berupa makanan, alat makan, sandang, serta terpal untuk kebutuhan sementara.

“Untuk sementara, korban memilih tinggal di area warung miliknya yang selamat dari kebakaran,” ujar Yuhda. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
melalap rumah warga bencana probolinggo