SUMBERASIH, Radar Bromo- Kerugian dampak kebakaran dua rumah warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, cukup besar. Para korban, Susiati, 50 dan Prayit, 56, ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta.
Namun dipastikan tidak ada korban jiwa akibat amukan api, Selasa (11/8) itu. “Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena seluruh penghuni rumah Susiati sedang ada di luar. Sementara, untuk kerugian materil ditafsir mencapai Rp 70 juta,” ujar Komandan Regu Damkar Kabupaten Probolinggo Edi Sasonko.
Edi mengaku, pihaknya mendapatkan informasi kebakaran sekitar pukul 13.43 dan langsung menuju lokasi kejadian. Dua unit fire truck berkapasitas 3.500 dan 4.000 liter dikerahkan.
“Sesampai di lokasi, masyarakat juga telah bergotong royong memadamkan api dangan alat seadanya. Namun belum berhasil. Kami langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Saat itu kobaran api masih besar,” katanya.
Edi mengatakan, berdasarkan keterangan di lokasi, api diduga berasal dari dapur milik Susiati. Dugaan sementara, pemilik rumah tengah memasak sesuatu dan lupa mematikan kompor dan ditinggal keluar. “Sementara di rumah tidak ada siapa-siapa,” ujarnya.
Api lantas menjalar ke seluruh bagian rumah. Mulai ruang tidur dan ruang tamu. Sejumlah perkakas seperti kasur, lemari, dan sebagainya terbakar, termasuk atap rumah yang juga ikut ambruk.
“Kalau ruang tamu hanya terbakar sedikit, mungkin karena jaraknya jauh dari sumber api,” terangnya.
Api lantas menjalar ke rumah Prayit. Beruntung tak ada bagian rumah yang terdampak. Hanya bagian atap saja.
“Segera kami lakukan pemadaman juga,” ujarnya. (gus/rud)
Kebakaran Lahan Meningkat
MEMASUKI kemarau, warga Kabupaten Probolinggo harus terus waspada terhadap ancaman bencana kebakaran. Termasuk kebakaran lahan dekat permukiman yang terus bertambah. Selama Juli, insiden tersebut naik tajam mencapai 17 kejadian.
Potensi kebakaran lahan dekat permukiman dapat terjadi seiring dengan datangnya kemarau. Peningkatan cuaca dan suhu udara membuat lingkungan menjadi lebih kering. Khususnya, tanaman dan vegetasi lahan yang didominasi rumput, semak, dan alang-alang.
Titik api yang muncul dapat membuat api mudah membesar. Jika disertai angin kencang. Maka, api akan merembet ke wilayah kering lainnya, sehingga dapat terjadi kebakaran besar.
“Kebakaran lahan dekat permukiman ini menjadi salah satu insiden yang dikhawatirkan warga. Sebab, jika telat penanganan, bisa saja merembet sampai rumah warga,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.
Selama tiga bulan terakhir, tercatat terjadi peningkatan kebakaran lahan dekat permukiman. Mei dan Juni hanya ada satu kejadian. Namun bulan kemarin meningkat drastis, terdapat 17 insiden.
Dari keseluruhan insiden yang tercatat dan ditangani Damkar Kabupaten Probolinggo, mayoritas kebakaran dikarenakan human error. Ada warga yang membakar sampah, kemudian ditinggal begitu saja. Api kemudian membesar dan sulit dikendalikan karena merembet ke tempat lain, sehingga kebakaran meluas.
“Naiknya insiden karena lingkungan panas dan tanaman kering. Sementara warga masih banyak yang membakar sampah secara sembarangan,” bebernya.
Andrea menambahkan, pihaknya telah menyiagakan petugas untuk memadamkan api. Ia berharap masyarakat turut meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus pencegahan kebakaran. Salah satunya, tidak sembarangan menyalakan api di lahan kering serta tidak membuang puntung rokok dalam keadaan menyala. “Upaya penanganan tentunya harus diimbangi dengan pencegahan oleh masyarakat,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni