Pemerintah Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas, Bidik Penguatan Sektor Wisata dan UMKM

Inneke Agustin • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:05 WIB
SUBUR: Kepala BPD Desa Curahdringu Sugiono melihat sawah yang dikelola BUMDes Curahdringu, Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)
SUBUR: Kepala BPD Desa Curahdringu Sugiono melihat sawah yang dikelola BUMDes Curahdringu, Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

POTENSI bahari dan pertanian menjadi dua kekuatan yang terus dikembangkan Pemerintah Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Selain menjadi sumber penghidupan masyarakat, kedua sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk menggerakkan perekonomian desa.

Salah satu yang kini menjadi perhatian Pemdes Curahdringu adalah pengembangan kawasan Pantai Bahak. Tahun ini, desa tersebut mendapat dukungan corporate social responsibility (CSR) dari PT Semen Indonesia yang diarahkan untuk membenahi sejumlah sarana dan prasarana penunjang wisata.

Kepala Desa Curahdringu Tiyayah mengatakan, pembenahan meliputi akses jalan menuju Pantai Bahak, jembatan penghubung menuju dermaga wisata atau Jeti, serta pembangunan rumah budi daya mangrove.

PRODUKTIF: Kepala BPD Desa Curahdringu Sugiono bersama Kepala Desa Curahdringu Tiyayah memantau kambing Program Ketahanan Pangan di Dusun Krajan Tengah, Desa Curahdringu.
PRODUKTIF: Kepala BPD Desa Curahdringu Sugiono bersama Kepala Desa Curahdringu Tiyayah memantau kambing Program Ketahanan Pangan di Dusun Krajan Tengah, Desa Curahdringu.

Sebelumnya, akses masuk menuju Pantai Bahak kurang nyaman karena kondisi jalan yang rusak. Melalui dukungan CSR, jalan paving sepanjang sekitar 245 meter kini telah diperbaiki dan dilakukan pavingisasi ulang.

“Akses ini merupakan hal yang penting bagi sektor wisata. Harapan kami, pengunjung bisa lebih nyaman ketika berkunjung ke Pantai Bahak,” ujar Tiyayah.

Selain jalan, jembatan menuju Jeti juga mendapat perhatian. Infrastruktur ini sebelumnya sempat rusak akibat abrasi. Perbaikan dilakukan agar akses wisatawan menuju kawasan Jeti kembali lebih aman dan nyaman.

NYAMAN: Kepala BPD Desa Curahdringu Sugiono bersama Kepala Desa Curahdringu Tiyayah melintas di jalan menuju Pantai Bahak, Desa Curahdringu, yang telah dipaving.
NYAMAN: Kepala BPD Desa Curahdringu Sugiono bersama Kepala Desa Curahdringu Tiyayah melintas di jalan menuju Pantai Bahak, Desa Curahdringu, yang telah dipaving.

Tak hanya pembenahan infrastruktur, pengembangan Pantai Bahak juga diarahkan pada wisata edukasi berbasis lingkungan. Pemdes menyiapkan dua bangunan berukuran 3 meter kali 3 meter yang nantinya difungsikan sebagai rumah budi daya mangrove

“Nantinya di sana akan dijadikan tempat budi daya mangrove. Ke depan harapan kami akan ada wisata edukasi terkait mangrove tersebut,” katanya.

Pengembangan mangrove sekaligus berkaitan dengan produk unggulan yang tengah dikembangkan masyarakat desa, yakni kopi mangrove. Produknya diharapkan tidak hanya menjadi komoditas UMKM, tetapi juga bagian dari identitas wisata Pantai Bahak.

SEHAT: Kepala Desa Curahdringu Tiyayah mendampingi kegiatan Posyandu Balita di Balai Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas.
SEHAT: Kepala Desa Curahdringu Tiyayah mendampingi kegiatan Posyandu Balita di Balai Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas.

Tiyayah menyebutkan, pada 15 Agustus mendatang akan digelar opening di Pantai Bahak. Kegiatan akan dihadiri sejumlah tamu dari luar Jawa untuk berbagi pengalaman sekaligus membahas pengembangan produk kopi mangrove.

“Ada juga beberapa tamu dari luar Jawa dan akan saling sharing mengenai produk kopi mangrove. Ini sangat penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas dan branding produk UMKM desa kami,” katanya.

SEHAT: Kepala Desa Curahdringu Tiyayah mendampingi kegiatan Posyandu Balita di Balai Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas.
SEHAT: Kepala Desa Curahdringu Tiyayah mendampingi kegiatan Posyandu Balita di Balai Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas.

Dengan pembenahan kawasan wisata, Pemdes Curahdringu berharap geliat kunjungan ke Pantai Bahak turut memberikan efek domino bagi pelaku usaha. Berbagai produk UMKM nantinya dapat dipasarkan di kawasan wisata tersebut sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pantai, tetapi juga membawa pulang produk buatan warga.

Penguatan pemasaran UMKM juga akan diarahkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dengan demikian, pengembangan Pantai Bahak dan penguatan ekonomi warga diharapkan berjalan beriringan.

“Harapan kami, adanya perbaikan sarana prasarana ini juga bisa mendongkrak UMKM yang ada di Desa Curahdringu,” ujar Tiyayah. (gus/rud/*)

 

 

 

Target Hasil Pertanian-UMKM Masuk KDMP

PEMERINTAH Desa Curahdringu tak hanya membenahi sektor wisata. Penguatan ekonomi masyarakat juga disiapkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Program Ketahanan Pangan.

Kepala Desa Curahdringu Tiyayah mengatakan, bangunan KDMP di Dusun Krajan Tengah telah rampung 100 persen. Keberadaannya tidak hanya diarahkan sebagai tempat penjualan kebutuhan pokok masyarakat, namun juga dicanangkan menjadi wadah pemasaran, sekaligus penyerapan berbagai potensi ekonomi lokal.

Berbagai hasil pertanian, perikanan, hingga produk UMKM warga akan diarahkan untuk dapat dipasarkan melalui koperasi ini. Dengan pola tersebut, produk masyarakat diharapkan memiliki pasar yang lebih jelas dan perputaran ekonomi dapat terjadi di dalam desa.

“Ke depan, Kopdes (KDMP) akan menjual berbagai barang kebutuhan pokok warga setempat. Termasuk hasil pertanian, produk UMKM, dan hasil perikanan,” jelasnya.

Menurut Tiyayah, hasil pertanian seperti beras nantinya dapat diserap melalui KDMP. Demikian pula produk UMKM. Dengan harapan dapat memperkuat rantai ekonomi desa, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Konsep tersebut juga akan disinergikan dengan program ketahanan pangan desa. Saat ini, Pemdes Curahdringu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengelola pemeliharaan 32 ekor kambing serta lahan pertanian seluas lebih dari satu hektare.

Selain itu, terdapat tiga iring sawah yang telah ditanami padi dan sudah sekali panen. Ke depan, desa juga berencana mengembangkan budi daya lele. “Dari program CSR ini, ke depan kami juga akan menjajal ternak lele. Harapannya, lele yang berhasil diternak dapat mendukung kebutuhan MBG di desa,” katanya.

Produksi pangan desa tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan ketahanan pangan. Pemdes Curahdringu ingin hasilnya memiliki nilai ekonomi dengan diserap untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun dipasarkan melalui KDMP.

RAMPUNG: Kepala Desa Curahdringu Tiyayah di depan gedung KDKMP Desa Curahdringu.
RAMPUNG: Kepala Desa Curahdringu Tiyayah di depan gedung KDKMP Desa Curahdringu.

Dalam jangka panjang, penguatan sektor ekonomi tersebut ditargetkan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa (PAD). Selain itu, pengelolaan berbagai unit usaha juga diharapkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Di luar sektor ekonomi, Pemdes Curahdringu juga tetap menjaga pelayanan dasar masyarakat, khususnya bidang kesehatan. Posyandu dilaksanakan rutin setiap bulan di tiga titik melalui program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

“Kalau ibu hamil kami cek kesehatannya. Ditambah ada program MBG tiap hari untuk memastikan gizinya terpenuhi. Ada sekitar 140 penerima. Sementara untuk lansia juga ada program Prolanis,” jelas Tiyayah. (gus/rud/*)

APBDES PEMERINTAH DESA CURAHDRINGU TAHUN ANGGARAN 2026

PENDAPATAN

Pendapatan transfer : Rp 779.020.530,00

Pendapatan lain-lain : Rp 0,00

Jumlah Pendapatan : Rp 779.020.530,00

 

BELANJA

Belanja pegawai : Rp 315.291.120,00

Belanja barang dan jasa : Rp 230.707.753,00

Belanja modal : Rp 222.780.000,00

Belanja tidak terduga : Rp 11.937.812,86

Jumlah Belanja : Rp 780.716.685,86

Surplus (Defisit) : Rp (1.696.155,86)

 

PEMBIAYAAN

Penerimaan pembiayaan : Rp 1.696.155,86

Silpa tahun sebelumnya : Rp 1.696.155,86

Pembiayaan Netto : Rp 1.696.155,86

Sisa lebih pembiayaan anggaran : Rp 0,00

Editor : Jawanto Arifin
Curahdringu Tongas pertanian bahari probolinggo