WONOASIH, Radar Bromo - Rencana pengurukan lahan pembangunan Gedung Sekolah Rakyat (SR) Kota Probolinggo, terancam molor. Pemkot Probolinggo terpaksa melakukan tender ulang proyek senilai Rp 2.610.000.000 tersebut. Sebab, peserta tender yang menawarkan harga hanya satu penyedia jasa.
Hanya penyedia CV Dwi Tunggal Jaya, yang mengajukan penawaran dengan harga Rp 2.601.924.108. tawarannya turun sekitar Rp 8 juta dari pagu anggaran.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Probolinggo Ari Puspita membenarkan proyek pengurukan lahan SR gagal tender. Sebab, tidak ada peserta atau hanya satu peserta yang menyampaikan dokumen penawaran setelah ada pemberian waktu perpanjangan.
“Sudah diberikan waktu perpanjangan penawaran proses tender. Tapi ternyata hanya satu penyedia yang mengajukan penawaran harga, sehingga dalam aturan harus dilakukan tender ulang,” katanya, Selasa (11/8).
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Gofur Effendi mengatakan, pihaknya sudah meminta melimpahkan dokumen kembali ke PBJ untuk segera dilakukan proses tender ulang. Dengan harapan, proses tender bisa terealisasi bulan ini.
Ia mengaku tetap optimistis pengerjaan pengurukan lahan SR masih memiliki cukup waktu.
“Jika tidak ada tender ulang, seharusnya pekerjaan pengurukan lahan Sekolah Rakyat bisa selesai akhir Oktober. Tapi karena tender ulang, jadi mundur, tapi waktunya tahun ini masih sangat cukup,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga