Kebakaran Bromo, Ketua DPR RI Puan Minta Dampak Penutupan Kawasan Wisata Bromo Mulai Dihitung

Muhammad Fahmi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:07 WIB
MEMBARA: Kobaran api di kawasan Bromo saat dipotret Minggu dinihari. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MEMBARA: Kobaran api di kawasan Bromo saat dipotret Minggu dinihari. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Imbas kebakaran Bromo, kawasan wisata Gunung Bromo pun terdampak. Terhitung sejak Sabtu malam lalu (8/8), Kawasan wisata Bromo ditutup total dari semua pintu masuk.

Kondisi itu pun bakal memengaruhi sektor ekonomi geliat pariwisata di Kawasan setempat.

Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mulai menghitung dampak ekonomi kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Terutama terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Puan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pemadaman api tetap menjadi prioritas untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi masyarakat sekitar.

"Prioritas saat ini harus jelas, padamkan api secepat mungkin, cegah perluasan kerusakan, dan lindungi masyarakat sekitar dari dampak turunannya," katanya.

Menurut Puan, kebakaran yang dilaporkan telah melanda sekitar 520 hektare kawasan dan berdampak pada penutupan aktivitas wisata merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan terkoordinasi.

Ia meminta pemerintah memastikan operasi pemadaman memiliki komando yang kuat serta didukung personel, peralatan, dan pemetaan pergerakan api yang memadai.

Baca Juga: Kian Ganas, Api Karhutla Bromo Melompat Seberangi Jalan Wisata Dingklik menuju Pusung Dhuwur Tosari Pasuruan

Selain pemadaman, Puan meminta kualitas udara dan potensi penyebaran asap ke permukiman terus dipantau. Hal itu untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Wisata Bromo Ditutup lantaran Kebakaran, Begini Cara Refund Tiket Bromo yang Sudah Dipesan Online, Pengusaha Jip Terdampak

Terkait penutupan kawasan wisata, ia menilai langkah tersebut diperlukan untuk mendukung operasi pemadaman dan mencegah risiko terhadap wisatawan.

Namun, menurut Puan, pemerintah perlu mulai asesmen dampak ekonomi penutupan tersebut karena aktivitas pariwisata Bromo menjadi sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat sekitar.

Apabila penutupan berlangsung lama, kata dia, pemerintah perlu mempertimbangkan dukungan terhadap kelompok masyarakat yang kehilangan sumber pendapatan.

"Jangan sampai masyarakat yang selama ini ikut menjaga dan menopang pariwisata Bromo justru menjadi pihak yang menanggung beban ekonomi paling besar dari bencana ini," katanya.

Puan juga meminta pemerintah memetakan tingkat kerusakan vegetasi, habitat satwa, kondisi tanah, daerah tangkapan air, serta kawasan yang berisiko mengalami erosi dan degradasi lanjutan sebagai dasar pemulihan ekosistem.

Menurut dia, penanganan kebakaran Bromo tidak cukup hanya dengan memadamkan api dan membuka kembali kawasan wisata, tetapi perlu diikuti pemulihan ekosistem. (antara)

Editor : Muhammad Fahmi
Sumber : ANTARA
dpr ri kebakaran bromo wisata bromo tnbts puan maharani