Resik Gotku Program Pemkot Probolinggo Telan Rp 500 Juta, BPBD Minta Tambahan Rp 100 Juta

Arif Mashudi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:31 WIB
Ilustrasi anggaran
Ilustrasi anggaran

KANIGARAN, Radar Bromo - Kegiatan Resik-Resik Gotku Kota Probolinggo selama ini menelan anggaran tidak sedikit. Melalui APBD 2026, telah dialokasikan anggaran sekitar Rp 500 juta. Anggaran ini dirasa masih kurang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo mengajukan tambahan anggaran.

BPBD mengajukan tambahan Rp 100 juta dalam Perubahan APBD 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Boedi Harjanto mengatakan, dalam kegiatan Resik-Resik Gotku, dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 100 juta. Anggaran ini direncanakan diperuntukkan kegiatan resik-resik di 26 titik.

Masing-asing titik diestimasi butuh anggaran sekitar Rp 4 juta. Resik-resik ini dilakukan sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan banjir di lingkungan warga.

“Kami ajukan tambahan giat Resik-Resik Gotku di 26 titik. Dengan anggaran per titik berkisar Rp 4 juta untuk kebutuhan makan dan minum selama giat itu,” ujarnya dalam Rapat Pembahasan KUA PPAS Perubahan APBD 2026 bersama Banggar DPRD Kota Probolinggo, Senin (10/8).

Melalui APBD 2026, kata Boedi, telah dialokasikan anggaran sekitar Rp 500 juta. Sejauh ini sudah terealisasi sekitar Rp 332 juta atau terlaksana di 83 titik. Selama kemarau, resik-resik akan dimaksimalkan dengan harapan saat musim hujan tidak terjadi banjir atau genangan.

“Selama ini, giat Resik-Resik Gotku yang terlibat mulai dari relawan BPBD, pegawai kelurahan, kecamatan, pokmas (kelompok masyarakat), dan warga berkisar 50 orang sampai 80 orang,” jelasnya.

Banyaknya warga yang terlibat dalam kegiatan ini menjadi perhatian Anggota Banggar DPRD Kota Probolinggo, Robit Riyanto. Menurutnya, giat Resik-Resik Gotku bagus. Terlebih melibatkan banyak unsur, termasuk warga ataupun relawan.

Namun, menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan untuk memberikan insentif atau honor bagi warga yang terlibat. Sebab, mereka telah meluangkan waktu bahkan sampai mengorbankan waktu kerja mereka.

“Jadi, semua yang terlibat dalam Resik-Resik Gotku, selain pegawai, TNI-Polri, diperhatikan honornya. Paling tidak sebagai bentuk pengganti mereka tidak bekerja di hari itu,” jelasnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
resik kotaku bpbd honor Banggar probolinggo