MAYANGAN, Radar Bromo- Kerap terdapat ceceran solar di jalan Kota Probolinggo, menjadi perhatian serius Banggar DPRD Kota Probolinggo.
Sejumlah wakil rakyat itu mendorong Pemkot Probolinggo mengevaluasi garasi-garasi truk dan bus yang berada di dalam jalan kota.
Anggota Banggar DPRD Kota Problinggo Abdus Sukur mengaku, beberapa kali melihat Damkar membersihkan jalan yang licin karena tumpahan solar kendaraan.
Kondisi itu harus ditindaklanjuti untuk mencegah kejadian serupa. Karena kondisi itu sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor.
“Perlu dilakukan penertiban terhadap garasi-garasi truk dan bus yang ada di dalam Kota Probolinggo. Mereka sudah masuk jalan kota, padahal truk dan bus besar dilarang melintas di jalan kota,” ujarnya.
Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Fatchur Rozi mengatakan, tumpahan solar itu belum diketahui berasal dari kendaraan mana. Namun kebanyakan karena truk yang melintas.
Diduga, tutup tangki solar tidak rapat atau malah tidak menggunakan tutup aslinya, sehingga saat kendaraan posisi miring, terjadi tumpahan solar dan mengakibatkan kondisi jalan licin.
Satpol PP dalam hal ini Damkar, menurutnya, hanya bertugas membersihkan tumpahan solar itu supaya jalan tidak licin.
Sedangkan penertiban truk atau bus masuk kota merupakan kewenangan Satlantas dan Dinas Perhubungan (Dishub).
“Kebanyakan kejadian tumpahan solar itu terjadi di Jalan Pahlawan, (simpag empat) Brak, dan Bundaran Gladak Serang. Jika kami temukan tumpahan solar dari kendaraan mana, pasti akan ditindak,” katanya.
Kepala Dishub Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono mengaku akan berkoordinasi dengan pemilik garasi-garasi yang ada di tengah kota agar memperhatikan kendaraannya dan tidak mengganggu pengguna jalan lain. Terutama soal tumpahan solar.
“Kami akan koordinasikan dengan pemilik garasi,” janjinya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga