Kebakaran Bromo, Pemprov Jatim Tambah Heli Water Bombing untuk Percepat Pemadaman dan Cegah Munculnya Titik Panas Baru

Muhammad Fahmi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:51 WIB
WATER BOMBING: Helikopter milik BNPB saat melakukan pemadaman dengan metode water boombing di area Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kemarin (7/8) sore. Kobaran api tampak bergerak ke arah P-30. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
WATER BOMBING: Helikopter milik BNPB saat melakukan pemadaman dengan metode water boombing di area Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, (7/8) sore. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

SUKAPURA, Radar Bromo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Bromo mulai mereda, Senin siang (10/8). Meski begitu, pembasahan terus dilakukan, agar titik api baru tak lagi muncul.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pun menambah satu armada helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang telah berlangsung selama delapan hari.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono di Surabaya, Senin, mengatakan penambahan armada tersebut melengkapi dua helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sebelumnya telah diterjunkan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.

“Pemprov Jatim menambah satu helikopter Airbus sehingga operasi water bombing dapat berlangsung lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Adhy, dua helikopter Airbus kini dipusatkan di kawasan Ranu Pani agar proses pengisian bahan bakar lebih efisien dibanding harus kembali ke Lanud Abdulrachman Saleh.

Langkah itu diharapkan meningkatkan intensitas penyiraman sekaligus mengurangi kendala operasional akibat cuaca.

Selain operasi udara, Pemprov Jatim juga memperkuat pemadaman dari darat dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran dari sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Probolinggo, dan Pasuruan.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Berangsur Padam, Petugas Fokus Pendinginan di Dua Titik Ini

Pembasahan area tetap dilakukan meski tidak terlihat api untuk mencegah munculnya titik panas baru.

Baca Juga: Kebakaran Bromo di Bukit Dingklik dan Penanjakan Tosari Pasuruan Membesar, Api Merembet ke Atas

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari menilai kebakaran Bromo menjadi evaluasi penting untuk memperkuat penanganan pada tahap awal agar api tidak meluas, terutama saat kondisi angin kencang.

Ia menambahkan, dampak kebakaran terhadap sektor pariwisata masih dalam proses pendataan karena fokus utama saat ini adalah pemadaman. Wisatawan juga diimbau menunda kunjungan ke Bromo selama seluruh akses wisata masih ditutup demi alasan keselamatan.

Pemprov Jatim juga akan mengusulkan penguatan langkah pencegahan, termasuk memperketat larangan membawa rokok maupun rokok elektronik ke kawasan wisata alam yang rawan kebakaran. (antara)

Editor : Muhammad Fahmi
Sumber : ANTARA
water bombing karhutla kebakaran bromo pemadaman pemprov jatim