Detik-Detik saat Kebakaran Bromo Mengganas hingga Membuat Kawasan Wisata Ditutup Total, Petugas pun Mundur ke Titik Aman

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:25 WIB
MEMBARA: Kobaran api saat melalap kawasan Sabana Bromo, Minggu dinihari (9/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MEMBARA: Kobaran api saat melalap kawasan Sabana Bromo, Minggu dinihari (9/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

SUKAPURA, Radar Bromo– Api kembali membara dan membakar kawasan sabana Gunung Bromo, Sabtu (8/8) malam. Hari itu, api merembet dan membakar kawasan di bawah P-30, Lembah Watangan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Api yang sebelumnya sempat padam, kembali membara dan dengan cepat meluas akibat embusan angin kencang. Ditambah kondisi vegetasi yang kering di kawasan tersebut.

Petugas TRC BPBD Kabupaten Probolinggo Jumadi mengatakan, api mulai kembali membesar sekitar pukul 16.00.

Petugas bersama tim gabungan langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan gebyok. Mereka juga didukung mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang mengerahkan fire truck ke lokasi.

“Kami saat itu berupaya memadamkan api menggunakan gebyok. Operasi pemadaman juga dibantu Damkar menggunakan fire truck,” tutur Jumadi.

Namun, kondisi medan yang sulit dan cuaca berangin menjadi kendala dalam proses pemadaman. Angin yang bertiup kencang membuat kobaran api cepat menjalar. Ditambah kondisi vegetasi di kawasan sabana yang kering dan mudah terbakar.

Dengan cepat, area yang terbakar meluas signifikan dalam waktu beberapa jam. Pada Sabtu pukul 12.00, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 205 hektare. Hingga pukul 00.00, luas tersebut bertambah dua kali lipat lebih menjadi sekitar 520 hektare.

Baca Juga: Kebakaran Bromo, Menhut Raja Juli Ungkap Pemerintah Susun Action Command sebagai Upaya Pusat Kendali Operasi

Besarnya kobaran api membuat petugas harus mengutamakan keselamatan. Ketika api semakin sulit dikendalikan dan kondisi di sekitar lokasi dinilai berisiko, petugas pun memutuskan mundur ke titik yang lebih aman. Sembari tetap memantau pergerakan api.

“Karena api mulai sangat besar, kami memilih untuk memprioritaskan keselamatan petugas. Akhirnya kami mundur dan memantau dari lokasi aman. Api baru padam pada Minggu (9/8) pagi,” katanya.

Kobaran api juga merambat mengikuti arah angin. Bahkan, api dilaporkan melompati jalur Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) menuju kawasan Blok Jantur hingga mencapai Lembah Watangan.

Pergerakan api tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kobaran juga terpantau di wilayah Argosari, Kabupaten Lumajang dan di Argowulan, Kabupaten Pasuruan.

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh petugas gabungan dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Seorang pedagang asal Kabupaten Malang, Irawan, 40, mengaku turut membantu petugas memadamkan api yang berkobar di kawasan Watangan.

Baca Juga: Kebakaran Bromo, Muncul Titik Api Baru di Penjanjakan dan Bukit Dingklik, Wagub Emil: Langsung Ditangani agar Tak Menyebar

“Apinya semalam besar sekali di Watangan. Kami bersama petugas berupaya melakukan pemadaman. Ada yang menggunakan alat pemukul, sementara warga seperti kami menggunakan ranting,” ungkapnya.

Selain pemadaman di darat, dukungan suplai air juga terus dilakukan untuk membantu operasional kendaraan pemadam dan peralatan pemadaman lainnya.

Relawan Rumah Zakat Agus Tria Budi, 30, mengatakan, dirinya telah terlibat dalam penanganan kebakaran sejak Sabtu (8/8).

Ia mendapat tugas mengawal tiga mobil tangki air yang digunakan untuk memasok kebutuhan air bagi mobil Damkar dan drone water sprayer.

Tiga mobil tangki tersebut berasal dari BPBD Jawa Timur, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan.

Menurut Agus, suplai air diambil dari kawasan Jemplang dan kemudian dibawa menuju lokasi penanganan kebakaran.

“Kami bagi tugas. Kami kawal dari arah Jemplang untuk mengambil air, terutama malam hari. Siang saja terkadang jalurnya tidak terlihat, apalagi ketika malam. Tentunya sangat gelap dan berisiko,” ungkapnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
p-30 kebakaran bromo bpbd wisata bromo probolinggo