
SUKAPURA, Radar Bromo-Proses pemadaman kebakaran sabana Gunung Bromo masih berlangsung hingga Sabtu (8/8).
Memasuki hari keenam, upaya pemadaman diperkuat dengan dua unit helikopter (heli) water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, operasi pemadaman dimulai pukul 09.30. Dua helikopter BNPB fokus memadamkan titik api di kawasan tebing yang sulit dijangkau petugas.
“Operasi hari ini dibantu dua unit helikopter water bombing BNPB. Nanti juga akan datang satu unit helikopter lagi dari BPBD Provinsi Jawa Timur,” katanya.
Menurut Oemar, helikopter tambahan tersebut akan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Baru kemudian membantu pemadaman di kawasan Gunung Bromo.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo, Jumadi menambahkan, pergerakan api terpantau merambat ke sisi timur. Kobaran tersebut semakin mendekati kawasan P-30 di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.
“Sekarang masih di wilayah Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Tapi makin bergerak ke timur,” ungkapnya.
Menurutnya, petugas masih memantau secara intensif perkembangan api di lapangan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan arah rambatan api, sekaligus menentukan titik yang dapat dijangkau petugas dari darat.
Sedangkan titik api yang berada di area puncak tebing tetap dipadamkan menggunakan helikopter water bombing. Sejak operasi pemadaman dimulai Sabtu pagi, dua helikopter BNPB telah melakukan 12 kali penyiraman.
“Sejak awal operasi hari ini, sudah ada total 12 rit penyiraman menggunakan dua helikopter tersebut,” katanya.
Baca Juga: Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Kebakaran Bromo, Kobaran Api Menuju ke P-30 Sumber
Selain mengandalkan helikopter, petugas juga menyiapkan pemadaman secara manual apabila api merambat turun ke tebing bagian bawah. Petugas akan menggunakan gebyok untuk memadamkan api di area yang memungkinkan.
“Kalau api menuruni tebing dan dapat dijangkau, maka kami akan melakukan pemadaman dengan gebyok. Tapi karena ini ada di tebing dan puncak, maka proses pemadaman menggunakan helikopter dan drone agar lebih maksimal,” tambahnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi