Lahan Terbakar Bromo Capai 176 Hektare, Gubernur Khofifah Ungkap Pengambilan Air untuk Heli Water Bombing Kini Lebih Efektif

Inneke Agustin • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:53 WIB
JADI ATENSI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau area sabana Bromo yang terbakar kemarin petang (7/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
JADI ATENSI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau area sabana Bromo yang terbakar kemarin petang (7/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

SUKAPURA, Radar Bromo-Kebakaran hutan dan lahan di kawasan sabana Bromo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) jadi atensi. Jumat (7/8) petang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi kebakaran di kawasan Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Khofifah memastikan upaya pemadaman terus diperkuat melalui operasi water bombing menggunakan helikopter BNPB.

Ia mengatakan, luas kebakaran terus bertambah sejak pertama kali terjadi pada Senin (3/8).

Awalnya, lahan yang terbakar tercatat sekitar 7,9 hektare, kemudian meluas menjadi 44 hektare. Lalu, meningkat lagi menjadi 51 hektare, hingga pada Jumat (7/8) mencapai sekitar 176 hektare.

"Sejak Selasa (4/8) kami sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan helikopter water bombing yang mampu membawa air hingga 1.000 liter," ujarnya.

Pada Jumat (7/8), satu unit helikopter BNPB mulai diterjunkan untuk melakukan penyiraman dari udara.

Baca Juga: Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Kebakaran Bromo, Kobaran Api Menuju ke P-30 Sumber

Namun operasi pemadaman dibatasi hingga pukul 17.00 sesuai izin operasional dari Bandara Abdulrachman Saleh, Malang.

"Sebelum helikopter datang, kami melakukan pembasahan menggunakan drone dengan kapasitas sekitar 100 liter air," katanya.

Baca Juga: Terimbas Kebakaran Sabana Bromo, Paguyuban Jip Malang Rubah Rute Perjalanan lewat Tosari Pasuruan, Antisipasi Konflik

Khofifah menjelaskan, kendala utama pemadaman berasal dari kondisi angin yang cukup kencang.

Menurutnya, operasi water bombing harus dihentikan sementara apabila kecepatan angin meningkat karena berisiko terhadap keselamatan penerbangan.

"Insyaallah besok pagi akan datang lagi satu helikopter dari BNPB yang saat ini masih berada di Banjarmasin. Setelah tiba di Bandara Abdulrachman Saleh, helikopter akan langsung menuju Bromo. Mohon doanya semoga angin lebih landai sehingga dua helikopter bisa beroperasi secara maksimal," tuturnya.

Ia menambahkan, proses pengambilan air kini lebih efektif dibandingkan saat kebakaran Bromo pada 2023.

Jika sebelumnya helikopter harus mengambil air dari kawasan Kaliandra dan Batu, kali ini pengisian air sudah dapat dilakukan di Ranu Pane yang jaraknya lebih dekat dengan titik kebakaran.

"Dengan jarak pengambilan air yang lebih dekat, kami berharap proses pemadaman bisa lebih efektif dan api dapat dipadamkan secepatnya," harap Khofifah. (gus/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
water bombing kebakaran bromo gubernur jawa timur khofifah indar parawansa lahan terbakar